6 Merek Ternama Yang Biasa Dipakai Anniesa Hasibuan


Para penegak hukum, baik polisi maupun PPATK, memastikan ada duit jemaah First Travel yang dipakai untuk membeli barang-barang mewah pribadi Anniesa Hasibuan dan suaminya Andika Surachman. Sorotan pun mengarah pada produk-produk yang kerap dikenakan Anniesa saat berbusana.


Dalam foto yang dipajang di akun instagramnya, Anniesa memakai produk-produk brand ternama untuk bergaya di depan kamera. Mulai dari tas, sepatu, jaket, sampai pernak pernik seperti kacamata dan asesoris lainnya, bukanlah barang murahan biasa.


Berikut ini adalah beberapa merek mewah dan mahal yang kerap dipakai Anniesa Hasibuan di kala masih ‘berjaya’ seperti dirangkum dari berbagai sumber:


Moschino


Anniesa Hasibuan

Anniesa Hasibuan menggenggam cangkir First Travel. (Foto: Instagram/@anniesahasibuan)


Pertama kali didirikan pada tahun 1983 oleh Franco Moschino. Merek yang bertumbuh kembang di Milan, Italia, ini bergerak secara khusus di bidang fashion dan aksesoris. Berada di lingkup fashion, ragam barang yang dijual oleh Moschino tak jauh dari baju, kosmetik, aksesoris fashion, perhiasan, hingga jam tangan.


Kerap kali merek Moschino dilafalkan dengan cara yang salah. Bila umumnya dibaca dengan lafal MOS-CHI-NO, seharusnya dibaca dengan lafal MOS-CHEE-NO.


Moschino menjadi sebuah merek yang berkembang besar dan dikenal di antero industri fashion karena keunikannya dalam hal inovasi, warna-warni produknya–bahkan kerap dipandang esentrik–, serta desain yang mencolok. Keunikan ini lahir dari rasa cinta Franco Moschino pada karakter fiksi peri di cerita dongeng.


Hingga saat ini, Moschino telah memiliki 150 gerai yang tersebar di seluruh dunia. Beberapa gerainya dibuka di mal prestisius yang ada di Eropa hingga Asia, misalnya Saks Fifth Avenue di Amerika Serikat, Coin di Milan, House of Fraser di London, hingga Daimaru di Jepang.


Pamor Moschino yang begitu lekat dengan identitas unik dan colorful membuatnya dicintai oleh para artis yang memiliki kecenderungan karakter playful dan enerjik, seperti Miley Cyrus, Rita Ora, Ariana Grande, hingga Nicki Minaj. .


Model pakaian Moschino banyak bermain dengan warna mencolok dan desain esentrik. Warna pink dan hijau neon, misalnya, menjadi warna yang dipakai dalam desain baju maupun aksesorisnya.


Hermes


Tas mewah milik Anniesa Hasibuan.

Tas mewah milik Anniesa Hasibuan. (Foto: Instagram/@anniesahasibuan)


Hermes of Paris, yang umumnya dikenal hanya dengan Hermes, adalah merek fashion Prancis yang didirikan sejak 1837. Dalam industri fesye, Hermes memiliki spesialisasi di produk dengan bahan kulit, aksesoris fashion, perabot rumah (yang harganya pun tak kalah luar biasa mahalnya), parfum, perhiasan, hingga jam tangan.


Logo Hermes yang dipakai hingga hari ini didesain dengan nuansa warna oranye, dengan gambar kereta Duc yang ditarik oleh seekor kuda. Menyiratkan asal usul perusahaan yang berawal sebagai produsen pelana kuda.


Warna oranye yang digunakan dalam logo menyiratkan gaya khas dan otentik yang ingin ditunjukkan oleh ragam produk yang dihadirkan. Sementara, tipografi logo Hermes sendiri menggunakan tipe Memphis yang didesain oleh Dr. Rudolf Wolf pada tahun 1929.


Per tahun 2016, Hermes memiliki angka pendapatan hingga 5,37 miliar dolar AS, dengan total ekuitas hingga 3,4 miliar dolar AS.


Merek Hermes sendiri sangat identik dengan kemewahan yang memiliki setidaknya 14 varian produk meliputi produk bahan dasar kulit, syal, dasi, pakaian laki-laki, fashion perempuan, parfum, jam tangan, alat tulis, alas kaki, sarung tangan, desain dekorasi, peralatan makan, dan perhiasan.


Karena ‘kemewahannya’, produk keluaran Hermes kerap dipakai oleh para selebriti hingga pemimpin negara seperti Ratu Inggris. Misalnya saja produk syal Hermes yang dipakai oleh Ratu Elizabeth pada tahun 1986 dan dipasang sebagai stempel.


Infografis Anniesa Hasibuan

Infografis barang mewah Anniesa Hasibuan (Foto: Ridho Robby/kumparan)


Giuseppe Zanotti


Nama Giuseppe Zanotti dikenal sebagai desainer sepatu fashion dengan kelas ‘mewah’ dalam skala internasional, menghadirkan berbagai desain sepatu mewah dihiasi dengan pernak pernik permata, dengan bahan kulit kualitas tinggi.


Tak hanya mewah, desain sepatu garapan Zanotti pun dibuat dengan gaya yang unik dan menjadi nilai plus dari tiap produknya. Gaya unik tersebut dihadirkan dalam beragam produk model sepatu yang mulai ia kembangkan sejak tahun 2010, misalnya sepatu sneaker–yang tentunya dibuat mewah dengan bubuhan berlian.


Butik pertama Zanotti berdiri di Milan pada tahun 2000, lalu mulai berkembang hingga New York, Paris, London, hingga Hong Kong. Butiknya yang ke-100 dibuka di Shanghai, China.

Tas mewah milik Anniesa Hasibuan. Tas mewah milik Anniesa Hasibuan. (Foto: Instagram/@anniesahasibuan)


Desain Zanotti menjadi simbol bagi orisinalitas karya khas Italia yang identik dan perhatian penuh pada detail, pilihan bahan dan desain yang sempurna. Karena keunikan dan kemewahannya, tiap produk sepatu Zanotti memiliki Certilogo, sebuah kode unik yang dipakai sebagai autentikasi dan orisinalitas produknya.


Dalam laman daringnya, Zanotti menampilkan beberapa sepatu ikonik yang pernah ia buat–tentu desainnya pun berbeda dari yang lain. Seperti misalnya desain sepatu “Defying Gravity” yang gemerlap. Sepatu ini tak menggunakan hak di belakangnya, membuat sepatu ini seakan melayang saat dipakai.


Selain “Defying Gravity”, sepatu “New Skin” juga menjadi salah satu desain ikonik yang dibuat oleh Zanotti. Dibuat dengan bahan dasar kulit, desain “New Skin” digemari oleh Beyonce, Penelope Cruz, hingga Anja Rubik. Sepatu ini dinilai sebagai salah satu desain yang elegan dan ‘tak lekang oleh waktu’.


MCM


Label MCM, akronim dari Michael Cromer München, pertama kali dibangun oleh Michael Cromer di tahun 1976, di Jerman. MCM menjual beragam produk tas kulit mewah yang mulai populer pada tahun 1980. Popularitasnya semakin meningkat karena desainnya yang identik dengan kesan ‘pamer dan mencolok’.


Di tahun 1990, MCM telah memiliki lebih dari 250 gerai yang tersebar di seluruh dunia. Namun sayangnya, perusahaan tersebut sempat berada di titik bawah–masalah keuangan yang mengguncang MCM hingga akhirnya tenggelam tak lagi bersuara di kancah fashion internasional.

Infografis Anniesa Hasibuan Infografis barang mewah Anniesa Hasibuan (Foto: Ridho Robby/kumparan)


Titik balik MCM kembali naik setelah Sungjoo Group dari Korea Selatan lalu mengakuisisi MCM. MCM yang semula berarti Michael Cromer München diubah menjadi Modern Creation München. Gaya yang dihadirkan pun berubah menjadi lebih terkesan dinamis dan ‘muda’.


Produk MCM sendiri kini banyak dipakai oleh generasi muda–dan milenial, tentunya. MCM pun kini menjadi salah satu lambang kemewahan baru bagi kelompok masyarakat muda dan kelas menengah ke atas.


Sung Joo Kim, salah seorang yang berperan dalam pengembangan MCM melihat kecenderungan generasi muda abad 21 akan cenderung rela menyimpan sebagian uangnya dan menabung demi satu produk MCM–walau pendapatannya mungkin tak setinggi itu.


Produk MCM banyak dipakai oleh artis kelas atas, seperti Christiano Ronaldo, Beyonce, hingga Rihanna. Pamornya kini kembali naik, membuatnya kembali menjadi simbol kemewahan yang bisa dimiliki di abad 21.


Chanel


Chanel adalah perusahaan Prancis yang dimiliki secara pribadi oleh Alain dan Gérard Wertheimer, cucu Pierre Wertheimer, yang merupakan mitra bisnis awal couturière Gabrielle Bonheur Chanel. Chanel S.A. adalah rumah mode tinggi yang mengkhususkan diri pada pakaian haute couture dan ready-to-wear, barang mewah dan aksesoris mode.


Pada 1920-an, desain garis sederhana dari Chanel couture membuat mode “flat-chested” yang berlawanan dengan angka jam pasir yang diraih oleh mode pada akhir abad ke-19 – Belle Époque of France (sekitar tahun 1890- 1914), dan era Edwardian Inggris (sekitar 1901-1919).

Tas mewah milik Anniesa Hasibuan. Tas mewah milik Anniesa Hasibuan. (Foto: Instagram/@anniesahasibuan)


Logotip Chanel terdiri dari dua huruf saling bertautan, huruf-C, satu menghadap ke kiri, satu menghadap ke kanan. Logotipe tersebut diberikan kepada Chanel oleh Château de Crémat, Nice, dan tidak terdaftar sebagai merek dagang sampai akhirnya toko Chanel pertama didirikan.


Warna hitam yang dihadirkan oleh logo Chanel memberi kesan elegan, elitis dan mewah.


Seperti halnya merek barang mewah lainnya, Chanel menghadirkan beragam produk yang tentunya mewah, mulai dari sepatu, tas, tas tangan, hingga parfum. Produk Chanel kerap menjadi perhatian dan lambang kemewahan yang bisa dimiliki oleh seorang menengah ke atas.


Dior So Real


Dior So Real merupakan salah satu merek yang bernaung di bawah merek Dior. sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang fashion, merek Dior So Real fokus pada kacamata fesyen, seperti misalnya kacamata hitam maupun kacamata biasa dengan ragam bingkai yang didesain dengan mewah.


Dior didirikan oleh Christian Dior, seorang desainer dari Prancis yang memiliki minat tinggi pada seni. Pertama kali didirikan pada tahun 1947, Dior memulai perkembangannya dengan meluncurkan produk fashion musim semi dan musim panas. Di tahun yang sama, produk Dior pun semakin beragam dengan diluncurkannya parfum Dior.

Infografis Anniesa Hasibuan Infografis barang mewah Anniesa Hasibuan (Foto: Ridho Robby/kumparan)


Logo Dior bisa dibilang sederhana terdiri dari sebuah wordmark sederhana yang menampilkan nama merek menggunakan keluarga font Nicolas Cochin. Meskipun begitu sederhana dan lurus ke depan, namun tetap diakui sebagai salah satu logo mode paling populer dan mudah dikenali di dunia.


Logo Dior identik dengan ciri kepribadian merek seperti kemewahan, kemewahan, prestise, kecanggihan dan orisinalitas.


Sementara Dior So Real, produk di bawah Dior yang fokus pada kacamata, menghadirkan beragam kacamata gaya yang digunakan oleh para artis kelas atas. Selebriti yang kerap mengenakan produk Dior dan juga kacamata Dior So Real adalah Madonna, Blake Lively, Brad Pitt, hingga Mick Jagger.


Sumber Berita 6 Merek Ternama Yang Biasa Dipakai Anniesa Hasibuan : Kumparan.com


Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here