Media sosial tengah dihebohkan dengan adanya video seorang jemaah haji asal Padang yang dinyatakan batal berangkat ibadah.

Calon jemaah haji tersebut adalah Ramli yang batal berangkat naik haji lantaran dirinya didiagnosa mengidap penyakit gagal ginjal.

Kisah sedih ini dibagikan oleh seorang netizen dengan akun Instagram bernama @soenandarboedi pada Kamis (27/7/2017).

Melalui akun Instagram-nya tersebut, ia mengisahkan kesedihan Ramli dan sang istri yang harus batal berangkat menunaikan rukun Islam yang kelima tersebut.

Diketahui, pasangan tersebut sudah susah payah menabung selama tujuh tahun agar bisa naik haji dan harus mengalami kekecewaan yang mendalam karena sebelumnya Ramli sudah dinyatakan memenuhi syarat untuk melaksanakan ibadah haji.

Bahkan dosen di salah satu universitas di Padang ini juga sudah menerima manifest calon jemaah haji dan gelang haji yang merupakan tahapan akhir syarat pelaksanaan haji.
Dalam foto yang diunggah tersebut, Ramli dan istrinya tampak memohon kepada seorang petugas yang mengatur pelepasan calon jemaah haji kloter satu embarkasi Padang.

Pada hari ini, Jumat (28/7/2017), akun Instagram @soenandarboedi kembali mengunggah video yang menjelaskan pembatalan yang dialami oleh Ramli.
Dalam video ini terlihat istri Ramli yang histeris dan sedih karena sang suami tidak bisa menunaikan ibadah naik haji karena penyakitnya tersebut.

Ia tampak memohon kepada petugas perempuan yang menjelaskan alasan pembatalan keberangkatan Ramli tersebut.

“Mau berangkat, ini sudah 7 tahun lamanya menunggu, kalaupun bapak mati di sana, ibu nggak ada tanggung jawabnya, biar kami ibu” pinta istri Ramli pada petugas tersebut.
Bahkan ia terus mengejar dan memohon-mohon kepada petugas wanita tersebut yang sudah hendak pergi meninggalkan lokasi pelepasan jemaah haji menggunakan mobil.

Padahal dosen di salah satu universitas negeri di padang ini telah menabung selama 7 th untk bisa naik haji, ia kecewa karena sebelumnya dinyatakan memenuhi syarat untk melaksanakan ibadah haji dan sudah menerima manifest calon jemaah haji bahkan gelang haji yg merupakan tahapan akhir syarat pelaksanaan haji.

#permenkes” tulis akun @soenandarboedi pada keterangan fotonya.
Berikut video yang menampilkan istri Ramli histeris dan memohon agar suaminya tetap bisa berangkat.

“Suasana haru menyelimuti ketika liputan pelepasan #jemaahhaji #kloter1 #embarkasipadang , seorang jemaah terpaksa harus pulang kembali kerumah setelah dinyatakan sakit gagal ginjal”tulis @soenandarboedi pada keterangan videonya.

Tentu saja, unggahan ini pun mendapatkan reaksi yang beragam dari para netizen.
“Yang berserah diri kepada Allah SWT, tidak akan sedih” tulis akun @bachyujb.
“Ya Allah sedihnya, berilah kemudahan ya Allah” tulis akun @annahrifqie14.
“Aduuuh ibuk, orang mau ibadah bayar sendiri juga, kok ibuk mendahului Tuhan ya. Emang gagal ginjal itu menular? Hidup, mati, sehat, sakit itu hak vetonya Allah. #welcometoindonesia”tulis akun @yulie.h.

Ramli menyayangkan terlambatnya pemberitahuan mengenai batalnya keberangkatan dirinya. Padahal dirinya mengaku telah lolos tes kesehatan awal di Puskesmas setempat.

“Sebetulnya pemberitahuan sudah per tanggal 17 Juli (2017) diberitahukan, saya protes kenapa baru diberitahukan sekarang. Saya sudah bayar haji dan segalanya kan,” katanya.

Ramli sempat berusaha memprotes hal tersebut saat pemeriksaan di Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang, Sumatera Barat. Dirinya dijanjikan akan diberikan buku izin untuk berangkat haji di embarkasi namun ternyata urung dilaksanakan.

“Saya protes ke DKK Padang, dijanjikan buku saya akan diserahkan pada embarkasi. Maka kita periksa embarkasi ternyata mereka nggak mau menyerahkan buku itu. Dibohongi saja waktu kita di DKK,” tuturnya.

Dosen Universitas Negeri Padang tersebut akhirnya merelakan istrinya untuk berangkat seorang diri tanpa dirinya. Ramli masih berharap agar diberi jalan keluar untuk tetap berangkat haji.

“Saya suruh ibu (istri) berangkat, sebenarnya ibu nggak mau berangkat. Tapi kan disuruh membuat surat pengunduran diri, tapi saya bilang berangkatlah ibu sendiri,” katanya.

“Saya nggak tahu, mudah-mudahan diberi jalan keluar oleh Allah. Seharusnya tanggal 28 Juli kemarin saya berangkat, ibu sudah berangkat kemarin,” jelasnya. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi Kementerian Agama maupun Kementerian Kesehatan terkait peristiwa ini.(detik.com/Tribunnews.com)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here