di pesawat

Air conditioner (AC) di pesawat yang sedang melakukan perjalanan akan terasa sangat dingin, sehingga tak heran jika penumpang kadang berusaha mematikan atau menutup sebagian lubang yang terdapat di bagian atas kabin. Padahal menutup atau mematikan AC yang terdapat di bagian atas kabin tersebut sebaiknya tidak dilakukan.

Direktur Medis di Lahey Medical Center-Peabody, Mark Gendreau mengatakan bahwa AC pesawat dibuat sedemikian karena ada sebabnya.

Salah satu alasannya adalah untuk membantu penumpang agar terhindar dari mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan dan memicu penyakit.

“Karena virus yang ada di udara, penting untuk menyalakan ventilasi udara. AC merupakan alat utama untuk mengendalikan ventilasi di pesawat, selain mengisolasi orang yang terkena virus di udara,” jelas Gendreau.

Ada banyak sekali virus yang dapat menyebar melalui udara, dan dibawa oleh masing-masing penumpang, demikian dilansir oleh laman Nine, Rabu (30/8).

Antara lain adalah tuberkulosis dan campak yang terbukti dapat bertahan hidup di udara terbuka selama lima jam.

Jadi AC tidak saja berfungsi untuk mendinginkan udara, membersihkan udara, namun juga untuk menghalangi virus. AC pada suhu medium atau rendah membuat terciptanya tembok udara dan berfungsi menghalangi partikel virus untuk menyerang Anda.

Jadi jangan matikan AC di pesawat walau suhu sangat dingin terasa. Gunakan saja jaket tebal untuk menahan dinginnya, yang tentu sudah dipersiapkan sejak sebelum penerbangan berlangsung.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here