jajan anak

Orang tua perlu mewaspadai jajanan anak-anak di sekolah, yang ternyata rentan memicu stroke. Hal itu dijelaskan oleh Dr dr Jumriani Tammase, Sp.S, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Syaraf Indonesia (PERDOSSI) di Makassar.

Menurutnya, saat ini makanan tinggi kolesterol mudah sekali didapat anak. Orang tua kadang tak bisa mengontrol karena bekerja atau beraktifitas lainnya. Makanan tersebut biasa dijual pedagang di sekolah, atau lewat media online.

“Makanan instan lainnya yang dapat memicu kerusakan pembuluh darah,” ungkap Jumriani, Sabtu (22/7).

Dilansir laman republika.co, jika sejak dini anak mengonsumsi makanan kaya kolesterol dan lemak maka kesehatan pembuluh darahnya terancam. Penyakit stroke bisa mengintai kesehatan diri anak dan dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Kalau sebelumnya persepsi jika anak gemuk berarti sehat, padahal kegemukan (obesitas) justru dapat menimbulkan penyakit, dengan penyumbatan darah akibat kolesterol,” ungkapnya.

Penyakit yang memicu stroke bukan saja hipertensi atau darah tinggi namun juga hipotensi akibat pembuluh darah yang tersumbat.

Anak sebaiknya diberi asupan yang seimbang antara buah dan sayur serta minum air putih. Tidak dibiarkan makan terlalu banyak makanan instan, fast food, junk food, dan sejenisnya.

Untuk membuatnya tidak banyak jajan karena lapar di sekolah, memberikan bekal pada anak juga disarankan. Bekal yang dimasak di rumah tentu jauh lebih bersih dan sehat dibanding jajanan yang dijual di pinggir jalan.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here