Jika Ingin Lionel Messi Bahagia, Presiden Barcelona Harus Mundur!

Barcelona era Ernesto Valverde tampaknya mulai paten menggunakan pola 4-2-3-1, yang juga dipakai sang pelatih di Athletic Bilbao. Yang paling mencolok dari formasi ini adalah, konsep letak Lionel Messi. Ia tidak menjadi sayap kanan atau playmaker, tetapi kembali menempati posisi false nine alias nomor sembilan palsu seperti di era Pep Guardiola.

Ernesto Valverde datang ke Barcelona dengan keadaan tim yang hampir runtuh. Dan hal ini terlihat dari berbagai percobaan sang juru taktik berusia 53 tahun. Dalam tiga laga awal Barca musim ini, Valverde selalu mengganti taktik. Di leg pertama Supercopa de Espana melawan Real Madrid, Barcelona memakai pola klasik 4-3-3 yang tidak berjalan dengan baik. Barca kalah 0-2 dari rivalnya.

Di leg kedua kompetisi yang sama, Valverde melakukan perubahan radikal dengan pola 3-5-2. Harapannya, dia bisa memenangi duel lini tengah kontra Real Madrid. Namun justru Barca tampil buruk di babak pertama; sehingga akhirnya Valverde mengganti pola menjadi 4-4-2.

Hasil Liga Spanyol Tadi Malam Barcelona vs Real Betis 2-0 u

Dan terakhir saat melawan Real Betis, bentuk baru Barcelona terlihat dengan pola 4-2-3-1. Pola ini menjamin kestabilan di semua lini, seperti yang diperlihatkan Athletic Bilbao selama Valverde melatih klub tersebut. Hal itu juga berlaku untuk Barca. Para pemain tampak jauh lebih nyaman, menekan lawan dengan lebih mudah dan mampu berjuang selama 90 menit penuh.

Yang paling mencolok adalah peran Lionel Messi. Saat ada Trio MSN, Messi diletakkan sebagai sayap kanan. Musim lalu, Messi kadang turun ke posisi gelandang dalam formasi 3-4-1-2. Dan kini, Valverde malah meletakkannya sebagai false nine; seperti di era Pep Guardiola. Messi tampil luar biasa di posisi ini, melepaskan tiga tembakan mutlak yang harusnya menjadi gol, tapi membentur tiang atau mistar gawang.

Di sisi lain, Sergi Roberto menunjukkan kemampuannya untuk menjadi pengganti Andres Iniesta saat sang playmaker sudah semakinj menua dan memasuki tahun-tahun terakhir karier sepakbolanya. Jika ada kekurangan, adalah Paco Alacer. Dia bekerja keras dan memainkann peran kunci di gol kedua Barca. Namun, kehadirannya sebagai ujung tombak belum sehebat Luis Suarez yang sedang cedera.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here