Menyusul diresmikannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang ormas yang memuat kewenangan membubarkan ormas yang melanggar aturan oleh Mendagri dan Menkum HAM membuat Amien Rais bersuara keras. Diketahui, ada dua tahap yang harus dilakukan sebelum pembubaran atau mencabut status hukum sebuah ormas, yakni peringatan tertulis dan penghentian kegiatan.

Namun Amien malah menyinggung soal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menurutnya akan dibubarkan melalui Perppu itu tidak sebegitu pentingnya bila dibanding dengan PKI yang sudah ada di depan mata.

“Kalau HTI dibubarkan kemudian komunisme dikembangkan, itu apa hasilnya? Jelas sekali PKI di depan mata dibiarkan. Ya, toh? Nggak diapa-apakan. Kalau HTI nggak pernah berbuat, hanya punya prinsipil yang berbeda dengan kita dan nggak ada kata ‘makar’. Jadi ini kesalahan fatal bagi Jokowi kalau HTI dibubarkan,” tegas Amien di kantor DPP PAN, Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (12/7/2017), sebagaimana dikutip dari warta Detik, Kamis (13/7/2017).

Amien lalu berbicara panjang-lebar bahwa negara sudah kacau dan keliru. Dia pun mengaku sudah tidak percaya lantaran, menurutnya, keberpihakan terhadap rakyat kini sudah tidak ada. Menurut Amien, seharusnya HTI tidak dibubarkan secara sepihak karena merupakan hasil anak bangsa juga.

“Saya lihat makin kacau, makin keliru, makin salah lagi bahaya. Keliru ya seperti ini. Kemudian polisi sudah guncang, saya sudah nggak percaya. Rakyat kecil sudah mengeluh tarif dinaikkan, harga-harga sembako semakin tinggi,” Amien berkeluh kesah.

Amien lebih jauh menyebutkan pemerintah terlihat sangat berpihak kepada kaum konglomerat dan pemilik modal. Sementara, rakyat kecil hanya dimanfaatkan pada saat pilpres saja.

“Rakyat hanya untuk suruh memilih waktu pilpres, sekarang semua kan dikhianati. Ya, toh?” imbuh Amien gusar.


Dia lalu meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengoreksi diri.

“Jadi menurut saya lebih ada self correction ya. Jokowi dan JK duduk, masukan-masukan dari mereka-mereka yang salah posisi dilihat. Kalau memang betul, kerjakan. Yang tidak masuk akal, tinggalkan. Saya kira ini nasihat saya untuk Jokowi,” tukasnya menutup pembicaraan.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here