Presiden Jokowi.


Terkait dengan ketidakhadiran Partai Amanat Nasional (PAN) dalam pertemuan sejumlah anggota DPR dari koalisi partai pendukung pemerintah, akhirnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah buka suara.


Terkait dengan pertemuan yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta ini,Presiden Jokowi menginginkan kepada semua koalisi partai pendukung pemerintah, termasuk juga PAN untuk hadir dalam pertemuan beberapa waktu lalu.


“Saya tahunya seluruh partai anggota itu kami undang,” ujar Presiden Jokowi di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/7/2017).


Soal ketidakhadiran anggota DPR dari fraksi PAN ini, Presiden Jokowi mengaku masih belum mengetahui apa alasannya, namun menurutnya kemungkinan undangan tersebut tidak sampai pada tujuan atau adanya beberapa alasan lainnya.


“Ya bisa saja ada yang undangannya enggak sampai, ada yang sampai tapi enggak hadir. Macem-macem,” ungkap Presiden Jokowi.


Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengundang anggota DPR dan elite partai politik untuk berkumpul di Istana Kepresidenan, pada Senin (24/7/17) sore. Namun dalam pertemuan itu tidak terlihat elite atau anggota DPR dari Partai Amanat Nasional.


Dikoalisi sekarang ini, keberadaan PAN memang menjadi sorotan, hal ini karena kerap kali memiliki perbedaan denga sikap pemerintah terkait dengan beberapa kebijakan yang akan diterbitkan. Salah satunya adalah PAN enggan sepaham terkait UU Penyelenggaraan Pemilu.


Pada saat pemerintah telah menginginkan Presidential Threshold 20 persen, PAN memilih untuk 0-10 persen. Terlebih pada saat itu, mereka telah memutuskan untuk walkout dari rapat paripurna yang diselenggarakan oleh jajaran anggota DPR.


Disisi lain, beberapa partai koalisi pemerintah pun terlihat sudah mulai tidak suka dengan sikap yang ditunjukkan oleh PAN. Hingga saat partai-partai koalisi pemerintah berbondong-bondong hadir di Istana Kepresidenan, anggota DPR dari fraksi PAN tidak hadir.


Terkait dengan hal itu, Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto mengungkapkan, pihaknya tidak bisa hadir dalam pertemuan itu karena memang tidak menerima undangan dari pihak Istana.


“Saya enggak terima undangan kok. SMS enggak ada, apa enggak ada,” ujar Yandri.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here