Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melaui Ketua DPW Jawa Barat-nya, Syaiful Huda, menolak Walikota Bogor, Bima Arya jika ingin disadingkan dengan Ridwan Kamil di Pemilihan Gubernur (pilgub) Jawa Barat 2018. Syaiful menegatakan bahwa, selain dua orang tersebut memiliki latar belakang yang sama, dirinya juga tidak melihat chemistry antara keduanya.


“PKB menolak jika Kang Emil berpasangan dengan Bima Arya. Kita melihat tidak ada chemistry antara Kang Emil dan Bima Arya,” ujar Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda saat ditemui di Jalan Hasanudin, Kota Bandung, Jumat (25/8/2017) yang dikutip dari kompas.com.

Menanggapi hal itu, Ridwan Kamil menganggap penolakan tersebut sebagai hal yang lumrah. Sebab peluang calon wakil baginya nanti di Pilgub Jabar masih terbuka untuk siapapun.

“Saya sampaikan beberapa kali pemilihan wakil itu ada dua, dimusyawarahkan oleh koalisi atau diserahkan sepenuhnya ke saya,” kata Emil sapaan Ridwan Kamil yang dikutip dari detik.com pada Senin (28/8/2017).

Baca Juga:  Muhaimin Bilang Jika Manuver Pilpres Ganggu Kerja Pemerintah

Emil menambahkan, menurutnya setiap partai politik yang ada tentu saja menginginkan kadernya bisa maju di bursa pencalonan Pilgub Jabar. Namun, hal tersebut tergantung kesepakatan bersama antar kedua belah pihak setelah adanya konsolidasi.

“Bahwa ada kader dari masing-masing sudah mengemuka, dari PPP muncul parpol lain belum tentu mau, kader PKB muncul parpol lain juga sama. Sekarang ada PAN mau maju mengajukan Kang Bima, yang lain juga belum tentu mau,” tutur dia.

Pria lulusan Institut Teknologi Bandung ini juga memprediksi akan ada dinamika yang serupa dan terus terjadi selama koalisi belum terbentuk. Pasalnya, sambung dia, untuk pengusungan calon perlu dimusyawarahkan bersama.

“Jadi dalam dinamika politik mah namanya orang belum bermusyawarah, tentulah kalau ada nama-nama yang muncul dia pasti mendahulukan dari pihaknya (parpol),” kata Emil.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here