Bupati Kendal, Jawa Tengah, Mirna Anissa, ikut mendukung penolakan kebijakan full day school (FDS) dengan Berorasi dari tas truk trailer di hadapan belasan ribu orang yang demo menolak FDS di Alun-alun Kendal Selasa (29/8/2017).


“Saya sudah ikut tanda tangan, menolak Kepmendikbud no. 23 tahun 2017,” kata Mirna yang dikutip dari kompas.com.

Bupati termuda di Jawa Tengah ini mengatakan, aksi ini bisa menjadi masukan bagi Presiden Jokowi dan Kabupaten Kendal tidak menerapkan lima hari sekolah atau FDS. Mengenakan seragam dinas berwarna cokelat, Bupati Mirna menaiki truk bak terbuka yang digunakan sebagai panggung orasi.

“Sekarang kita berjuang dengan cara yang lebih cerdas, penyampaian sudah saya terima dan tadi saya sudah menandatangani surat untuk mendukung agar di Kabupaten Kendal tidak diberlakukan hal ini,” ucapnya yang dikutip dari kanal tribunnews.com

Mirna juga menghimbau kepada massa yang ikut berpartisipasi unjuk rasa upaya menjaga ketertiban dan keamanan Kabupaten Kendal. Ia juga mengungkapkan, dirinya disini untuk menjaga persatuan dan kesatuan, dan saatnya membangun Kendal.

Sementara itu, mantan wakil Bupati Kendal sebelumnya pada periode 2010-2015, Mustamsikin, meminta kepada bupati saat ini dan Dinas Pendidikan Kebudayaan Kendal supaya mengawal permintaan lembaga pendidikan Ma’arif yang menolak FDS.

Mustamsikin yang juga ketua Fuspaq Kendal menambahkan, FDS bisa mematikan madarasah diniyah, tempat pendidikan Quran dan karakter anak bangsa.

“Kita harus mendesak kepada presiden agar mengeluarkan keputusan pembatalan Kepmendikbud Nomor 23 tahun 2017,” ujarnya.

Aksi yang digelar untuk menolak perppu Kepmendikbud Nomor 23 tahun 2017 di Kendal diikuti oleh belasan ribu orang. Mereka berkumpul di gedung NU dan berjalan menuju Alun-alun Kendal.

Lalu, setibanya di alun-alun Kendal, massa secara bergantian melakukan orasi. Akibat unjuk rasa tersebut, jalur Pantai Utara (pantura) Kendal sempat macet sekitar setengah jam.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here