Home / Berita / Busyro Muqoddas Bandingkan Reaksi SBY Dan Jokowi Saat KPK “Diserang”, Hasilnya…

Busyro Muqoddas Bandingkan Reaksi SBY Dan Jokowi Saat KPK “Diserang”, Hasilnya…



Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui beberapa kali memang pernah “diserang”, termasuk juga saat ini, dimana salah satu penyidik seniornya Novel Baswedan disiram air keras beberapa waktu yang lalu.

Rupanya, seperti dilansir dari Kumparan.com, salah satu mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas menilai, respon pemerintahan SBY jauh lebih baik daripada tindakan pemerintah Jokowi, dalam kasus penyerangan KPK ini.

Busyro memberikan gambarannya, saat KPK terbelit kasus cicak vs buaya di 2009 yang lalu. Pada masa itu, dua Wakil Ketua KPK sekaligus, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah mendapat tuduhan menerima uang korupsi sebesar Rp 5.1 miliar dari buronan kasus korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT)  Anggoro Widjoyo pada Departemen Kehutanan pada dua tahun sebelumnya. Kasus ini dianggap memang terjadi pasca KPK coba sadap Kabareskrim saat itu Komjen Susno Duadji.

Dalam menangani kasus perseteruan dua lembaga negara tersebut, saat itu SBY sebagai presiden membuat Tim Delapan yang punya tugas mencari fakta dibalik sengkarut tersebut.

Baca Juga:  Najwa Shihab Keluar, Muncul Spekulasi Kasus Novel Baswedan Sampai Pindah ke Stasiun TV Lain!

 “Dia (SBY) membentuk Tim Delapan dari semua unsur masyarakat sipil. Ada yang polisi tapi sudah mantan (purnawirawan -red). Itu langkah SBY yang efektif dan cepat, nah ini tidak. sudah terlambat,” kata Busyro usai menghadiri acara Sekolah Antikorupsi ICW di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (01/08/2017).

Saat ini Busyro menilai bahwa Tim Investigasi yang ada sudah terlambat. Pembuatan tim sendiri dideklarasikan, setelah Kapolri Jenderal Tito Karnavian dipanggil ke Istana. Apalagi peristiwa penyerangan tersebut sudah terjadi hampir 3 bulan yang lalu, sehingga besar kemungkinan bukti –bukti penting sudah hilang.

Jika memang Presiden Jokowi ingin menunjukkan komitmenya dalam mendukung kinerja KPK, Busyro mengatakan seharusnya membentuk tim gabungan yang independen.

“Itu terdiri dari sejumlah orang yang mempunyai kompetensi track record, yang memadai di kasus ini, dan tidak terdiri dari orang-orang yang punya kepentingan. Harus di luar Polri. Kalau mau memenuhi Nawacita-nya mestinya segera dibentuk, apa ruginya?,” sebutnya.

Baca Juga:  Diusung Partai Idaman Sebagai Capres, Rhoma Irama Langsung Komentari Jokowi

Busyro sendiri tak mau melemparkan tudingan bahwa Polri punya konflik kepentingan dalam kasus Novel Baswedan. Hanya saja, ia menyatakan, perkataan yang terungkap dari Novel Baswedan soal peneyerangny adal jenderal polisi, tidak mungkin tanpa argumen yang kuat.

Karenanya, perlu keterlibatan orang dari luar kelompok terduga  yang berada dalam lingkaran kasus ini untuk menyelidiki.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

About Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Sampaikan Pendapat

%d bloggers like this: