Neymar Sudah Sepakat ke PSG Sejak Juni, Barcelona Dikerjai!

Carlo Ancelotti menyindir mantan klub yang dilatihnya, PSG. Sang juru taktik Italia tersebut membandingkan cara PSG dalam mendapatkan bintang dengan Bayern Munchen. Menurut Don Carlo, jika klub Paris sampai perlu mengeluarkan uang sebesar 222 juta Euro untuk mendapatkan satu orang Neymar, maka Bayern justru mencari bintang itu dari tumpukan pemain akademi mereka; bukan dari luar klub.

Sejatinya baik Bayern Munchen maupun PSG sama-sama terbiasa membeli pemain bintang. Jika klub Paris menarik segudang cahaya seperti Angel Di Maria, Javier Pastore, Thiago Silva, sampai Neymar, maka Bayern juga merebut nama-nama penting entah itu Robert Lewandowski, Mats Hummels, atau yang terbaru seperti Nicklas Sule dan Sebastian Rudy di Bundesliga.

Namun jika bicara soal cara membayar pemain, Bayern Munchen memang jauh berbeda dibandingkan PSG. Di Bundesliga seolah ada ketentuan agar tim tetap sehat dan tidak mengeluarkan uang besar-besaran sampai menembus 100 juta Euro. Dan baru-baru ini, Bayern juga membuka akademi pemain muda dengan investasi 70 juta Euro.

Neymar

Dalam pembukaan akademi tersebut, presiden Bayern Munchen, Uli Hoeness mengatakan bahwa ini adalah jawaban klub penguasa Liga Jerman terhadap “kegilaan transfer dan gaji saat ini”. Senada dengan Hoeness, Carlo Ancelotti menyebutkan, ini adalah “jawaban yang bagus” atas langkah Paris Saint-Germain yang membeli Neymar dengan memecahkan rekor transfer dunia.

Kata Ancelotti kepada Bild,  “Memang benar, akademi adalah jawaban yang bagus (dari transfer dengan harga selangit ala PSG). Sasaran akademi adalah membawa pemain dari sini (tim junior) ke tim utama, untuk membentuk pemain profesional kami sendiri.”

Bicara mengangkat pemain akademi, Carlo Ancelotti sesumbar keberhasilannya di Real Madrid saat menjuarai Liga Champions 2014 lalu. Kata sang pelatih, “Di Madrid saya mengumpulkan lima pemain dari akademi: Jese [Rodriguez], [Alvaro] Morata, Nacho, Casemiro dan [Dani] Carvajal, yang kembali (dibeli ulang Madrid dari Bayer Leverkusen).”

“Saya berharap perkembangan serupa terjadi pula untuk masa depan Bayern. Pengalaman saya, terutama dari akademi Milan, adalah saat pemain mengenakan kaus klub yang mereka mainkan di masa muda, ada perasaan yang sangat spesial bagi mereka. Dan ini membentuk motivasi yang sangat kuat (untuk bertarung dengan para bintang di skuat utama).”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here