Tugas yang diemban seorang anggota Reserse Mobil (Resmob) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri adalah tugas yang berat, menantang, dan berbahaya. Bagaimana tidak, mereka adalah ujung tombak Polri untuk menyelesaikan kasus-kasus kejahatan dengan cara melakukan pengejaran, penangkapan, penggeledahan, dan penyidikan.


Mereka adalah satuan pemburu, yang bertugas menangkap pelaku kejahatan, kalau perlu sampai ke segala sudut bumi. Tak jarang, yang dikejar adalah resedivis yang tak segan menggunakan kekerasan untuk dapat berkelit. Oleh karena itu, personil Resmob harus dibekali dengan senjata yang mumpuni, kompak, ringkas, dan mudah digunakan.


Selama ini, personil Resmob dilengkapi dengan senjata revolver atau Pindad Sabhara V2, sama seperti personil Sabhara. Sabhara V2 sendiri kurang dapat mendukung tugas seorang Resmob yang seringkali harus bergerak lincah dan butuh senjata yang lebih kompak lagi, seukuran submachinegun.


Menyadari tuntutan tugas yang meningkat, Polri akhirnya memutuskan standarisasi baru senapan panjang untuk personil Resmob. Dengan tingkat kejahatan dan kekerasan yang makin meningkat, pantas rasanya jika Resmob dibekali dengan obat paten untuk memberantas kejahatan yang semakin merajarela, demi keamanan masyarakat.


Sejumlah Perwira Bareskrim pun dikirim ke Ceko pada akhir 2016, untuk mengunjungi pabrik senjata CZ. Selama satu minggu para Perwira Polri tersebut menganalisis kecocokan antara produk CZ dengan kebutuhan Resmob Bareskrim.


Disana tim melihat submachinegun CZ Skorpion Evo 3, yang juga sudah digunakan oleh Tontaipur Kostrad. CZ Skorpion Evo 3 sendiri merupakan penerus dari Sa Vz.61 Skorpion yang lama digunakan sebagai submachinegun standar Paskhas AU pada masa Orde Baru dan juga Brimob Polri. Produk CZ lainnya, Bren 805 juga digunakan oleh Kopaska TNI AL.


Hasil kunjungan tersebut membuat Bareskrim yakin bahwa CZ Skorpion Evo 3 memang cocok untuk kebutuhan Resmob Bareskrim. Sosok senjatanya yang terbuat dari polimer membuat senjata ini terasa sangat ringan, begitu pula dengan popor tarik yang malah bisa dilipat juga, jadi sangat kompak dan mudah saat anggota Resmob harus keluar masuk kendaraan atau ruangan.


CZ memang agresif dalam menggunakan material polimer untuk Skorpion Evo, termasuk ke komponen magasen yang dibuat dari polimer tembus pandang sehingga sisa peluru langsung bisa ketahuan. Hanya bagian mekanisme internal saja dan laras serta pisir pejera yang terbuat dari baja.


Keunggulan CZ Skorpion Evo 3 yang lain adalah kelengkapan berupa rel Picattinny yang ada di atas receiver, di kiri kanan, dan di sisi bawah sehingga beragam aksesoris seperti optik dan senter bisa dipasang ke Skorpion tanpa butuh adaptor khusus. CZ Skorpion Evo 3 juga sudah menggunakan peluru standar 9×19 milimeter, sama dengan pistol CZ P07 yang juga ikut dibeli.


Saat ini, CZ Skorpion Evo 3 sudah diserahkan ke Resmob yang ada di seluruh Polda di Indonesia. Jadi, jangan kaget kalau melihat ada personil Reserse yang nampak membawa-bawa submachinegun cantik ini.


Sumber : /https://c.uctalks.ucweb.com/personal/index/

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here