Inul Vizta Kediri.


Ada beragram kisah dari para wanita-wanita pemandu lagu Inul Vizta Kediri yang tergiur dengan tawaran menjadi penari telanjang atau striptis. Mereka diantaranya PP, CC, dan WD wanita janda satu anak ini pun memiliki cerita sendiri. Alasannya adanya tawaran menggiurkan untuk mencukupi keluarga mereka.


Wanita asal Kediri, WD mengatakan kalau dirinya sudah menjadi pemandu lagu Inul Vizta Kediri dengan melayani tarian striptis dan hubungan layaknya suami istri, karena tuntutan ekonomi. Ditambah dirinya baru saja menyandang status janda dengan satu anak.


“Tuntutannya sama. Saya rela (bugil dan ML) karena kebutuhan ekonomi,” kata wanita yang bekerja di Inul Vizta Karaoke selama dua tahun, di ruang penyidik Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Selasa (18/7/2017).


Hal yang sama juga telah ungkapkan dalam pengakuan CC (26) asal Kediri. Sebelumnya dia pernah menjadi pemandu lagu pada sebuah tempat karaoke di Kediri. Karena suasana dan aturan membuatnya tidak nyaman, pada akhirnya dia memutuskan untuk menjadi pemandu lagu Inul Vizta Kediri secara freelance.


“Kalau di sini (Inul Vizta) waktu kita bebas. Sewaktu-waktu ada panggilan dari mas I (Manajer Inul Vizta Kediri), saya langsung berangkat,” kata CC.


Dari tawaran menjadi pemandu lagu Inul Vizta Kediri yang menggiurkan  (cuma menemani menyanyi perjam Rp 100 ribu, striptis per lagu Rp 100 ribu, booking atau ML bisa sampai Rp 2 juta), dia rela meningalkan pekerjaannya sebelumnya.


“Kalau di sana cuma nyanyi-nyanyi saja. Kalau di sini, pendapatannya lebih besar, meski tamunya nggak mesti. Kadang sehari cuman satu tamu saja,” kata pemandu lagu Inul Vizta Kediri ini.


Selain menjadi pemandu lagu Inul Vizta Kediri, dia juga melayani hubungan dan striptis, sebab telah ditawari temannya. Saya mau (di Inul Vizta Kediri) karena untuk kebutuhan hidup keluarga saya,” kata perempuan satu anak ini.


Sedangkan salah satu pemandu lagu Inul Vizta Kediri, RS (23), merupakan wanita lajang yang tidak bekerja. Kesehariannya nongkrong di cafe ke café di kawasan Kota Kediri. Pada saat ada panggilan dari menajer Inul Vizta Kediri berinisial I, dia langsung menuju ke lokasi.


“Ya nggak ada kerjaan. Kalau nggak ada panggilan dari mas I (manajer), sama teman-teman nongkrong,” pungkasnya.


Dia mengaku tidak bekerja dan tidak kuliah, namun karena kebutuhan ekonomi keluarganya dia rela menjadi pemandu lagu Inul Vizta Kediri dengan melayani stiptis bakan hubungan badan. “Mau bagaimana lagi, untuk kebutuhan ekonomi keluarga,” tuturnya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here