Dipastikan siap untuk maju ke Pemilihan Presiden 2019 mendatang, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto justru mengaku enggan berkumpul dengan para elit di Jakarta. Alasannya adalah mereka dipenuhi dengan kepalsuan, bahkan meski menunjukkan senyum.


Prabowo yang ditemui usai menghadiri deklarasi pasangan H Ahyar-Mori Hanafi di Lapangan Umum, Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Minggu (1/10), menyatakan ada hal yang jauh lebih baik daripada harus selalu dikelilingi oleh kaum elit, seperti yang diwartakan oleh Antaranews.com.

“Elit di Jakarta itu, minta maaf deh, sudah parah. Saya kapok dengan mereka ini. Kalau kalian senyum, asli. Senyum benar-benar dari hati bukan senyum palsu,” jabarnya ketika ditemui di Lapangan Umum, Masbagik, Lombok Timur, Minggu (1/10), dikutip laman Antaranews.com, Minggu (1/10/2017).

Menurutnya, senyum rakyat kecil jauh lebih baik daripada senyum yang ditunjukkan oleh para elit. Ia menilai, mereka dipenuhi dengan kepalsuan. Namun ia enggan menyebutkan siapa elit-elit Jakarta yang dimaksudkan dalam pernyataan yang dikeluarkannya tersebut.

Lantaran alasan itulah, Prabowo mengaku ia lebih memilih untuk tidak menghadiri undangan di Jakarta. Daripada harus berjibaku dengan wajah-wajah palsu, ia merasa lebih senang jika dapat hadir di sejumlah kegiatan yang ada di daerah.

Ia juga menyebutkan alasan lain yang membuat dirinya enggan berkumpul dengan kaum elit. Menurutnya para elit di Jakarta buta terhadap permasalahan yang tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia. Bahkan mereka tak tahu semua kekayaan Indonesia lebih banyak yang jatuh ke tangan asing.

“Jadi elit itu pintar, pintarnya bukan main. Kadang gelarnya banyak sekali tapi tidak tahu darimana gelar itu. Tapi ini kesalahan kita semua. Karena tadi rakyat kita terlalu baik, elitnya tidak. Jadi malas bicara karena kebanyakan bohongnya,” tandas Prabowo lebih lanjut.

Namun meskipun demikian, Prabowo menegaskan kepada masyarakat untuk tidak menyalahkan orang lain. Ia meminta seluruh rakyat segera sadar. Pasalnya dalam era demokrasi, negara membutuhkan rakyat yang pintar dan tak dapat dibohongi.


“Kalau orang kaya benar cinta dan percaya dan cinta Merah Putih dengan rakyat tidak mungkin rakyat seperti ini. Tapi saya lihat orang kaya itu cinta terhadap kantongnya sendiri,” tukasnya pedas.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here