Pavel Durov
Pavel Durov

Pavel DurovPavel Durovpavel

Pemblokiran aplikasi Telegram di Indonesia yang dilakukan oleh Kominfo akhirnya terdengar oleh bos atai CEO Telegram, yakni Pavel Durov. Pihaknya merasa keputusan pemerintah Indonesia ini aneh karena tidak memberikan peringatan sebelumnya. Pavel mengungkapkan tanggapan dan komentarnya melalui akut Twitter miliknya.

“Aneh, kami tidak pernah mendapatkan permintaan/protes dari pemerintah Indonesia. Kami akan selidiki dan membuat pengumuman,” kata Pavel Durov ketika membalas cuitan pengguna.

Seperti yang kita ketahui, 11 DNS milik Telegram yang telah diblokir Kominfo antara lain adalah t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

Hal ini langsung menuai pro dan kontra dari netizen karena selama ini aplikasi pesan instan Telegram dianggap tidak melanggar hukum dan keberadaannya sama seperti aplikasi sejenis, seperti WhatsApp, BBM, Line, dan sebagainya. Kominfo sendiri memiliki alasan untuk melakukan pemblokiran terhadap Telegram.

Pemblokiran aplikasi Telegram ini menurut Kominfo dilakukan karena apliaksi tersebut dimanfaatkan oleh pengguna untuk menyebarkan konten bermuatan negatif, propaganda radikalisme, ujaran kebencian, terorisme, disturbing images, dan bahkan cara merakit bom. Hal ni melanggar peraturan perundang-undangan diIndonesia.

Berdasarkan informasi yang Sidomi News himpun, saat ini aplikasi Telegram di smartphone masih bisa diakses dan digunakan untuk berkirim pesan. Namun, Telegram versi website tidak dapat dibuka hingga saat ini.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here