Boni Hargens selaku anggota Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara dipecat dari jabatannya tersebut. Pemberhentian dilakukan atas wewenang Kementerian BUMN. Meski motif pemecatan masih belum jelas, namun Kementerian di bawah komando Rini Soemarno itu telah memberhentikan dengan hormat tiga pengawas Perum LKBN Antara.

Mengutip reportase JawaPos.com, Rabu (30/8/2017), Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menyebut ada tiga pengawas Perum LKBN Antara yang diberhentikan, adalah Ketua Dewan Pengawas DJ Nachrawi, Anggota Dewan Pengawas Boni Hargens, dan Anggota Dewan Pengawas Ahmad Mabruri Mei Akbari.

“Saat yang bersamaan Kementerian BUMN selaku Wakil Pemerintah sebagai pemilik modal Perum LKBN Antara, juga mengangkat Sutrimo sebagai Ketua Dewan Pengawas, dan Santoso sebagai Dewan Pengawas Independen,” tutur ?Fajar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/8/2017).

Surat pemberhentian dan pengangkatan diserahkan langsung oleh Fajar Harry Sampurno, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (29/8/2017) kemarin.

Sebelumnya, Boni Hargens dilantik menjadi Dewan Pengawas LKBN Antara pada Selasa, 26 Januari 2016 silam. Pelantikan Boni sebagai tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Rini Soemarno Nomor SK-19/MBU/01/2016 tertanggal 23 Januari 2016 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Pengawas Perum LKBN Antara.

Dalam surat keputusan itu Menteri BUMN memberhentikan Mustafa Hadi Djuraid dari jabatan anggota Dewan Pengawas Perum LKBN Antara, Mustafa kini menjabat Staf Khusus Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan.

Nama Boni juga sempat menjadi perbincangan netizen atas tayangan video yang memperlihatkannya berada dalam kondisi aneh saat mengikuti talk show di salah satu stasiun televisi nasional. Namun tudingan itu sudah dibantah olehnya.


Boni Hargens membenarkan kabar bahwa dirinya telah diberhentikan dengan hormat dari jabatan Anggota Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Nasional Antara oleh Kementerian BUMN tersebut benar adanya. Namun, Boni mengaku belum menerima surat keputusan pemberhentian itu secara resmi.

“Saya sih belum dapat SK-nya. Yang saya dengar begitu,” kata Boni saat dihubungi, Selasa (29/8/2017), seperti ditukil dari laporan Kompas.com.

Boni menyebutkan alasan pemberhentian dirinya. Menurutnya, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menilai kiprah Boni sebagai pengamat bisa menimbulkan bias jabatan.

“Secara formal mereka tidak menulis alasan, tapi dalam perbincangan lisan dengan Pak Fajar Harry Sampurno selaku deputi terkait di BUMN, mereka menilai kiprah saya sebagai pengamat bisa bias dengan jabatan di BUMN,” beber Boni.

Selain Boni, Kementerian BUMN juga memberhentikan dengan hormat Ketua Dewan Pengawas DJ Nachrawi dan anggota Dewan Pengawas Ahmad Mabruri Mei Akbari.

Saat yang bersamaan, Kementerian BUMN selaku wakil pemerintah dan pemilik modal Perum LKBN Antara mengangkat Sutrimo sebagai Ketua Dewan Pengawas, dan Santoso sebagai  Dewan Pengawas Independen.

Surat pemberhentian dan pengangkatan diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, di Kantor Kementerian BUMN.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan LKBN Antara Iswahyuni membenarkan kabar mengenai pergantian ketua dan anggota Dewan Pengawas LKBN Antara. Iswahyuni mengatakan, alasan pergantian Dewan Pengawas merupakan keputusan dan wewenang Kementerian BUMN.

“Betul. Kalau alasan sepenuhnya keputusan dan wewenang dari Kementerian BUMN,” tandasnya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here