Loading...
Berita

Dua Presiden Amerika Pernah ‘Injak’ Istiqlal


Sejak diresmikan pada 22 Februari 1978, sudah 40 tahun Masjid Istiqlal menjadi saksi sejarah perjalanan bangsa. Apalagi sebagai salah satu ikon Kota Jakarta, Istiqlal sudah banyak dikunjung oleh tamu-tamu negara dari berbagai belahan dunia. Bahkan, dua presiden dari negara Adidaya pernah menginjakkan kakinya di masji terbesar di Asia Tenggara tersebut.


Presiden Bill Clinton pada November 1994 adalah Presiden Amerika pertama yang datang ke Indonesia dan kemudian berkunjung ke Istiqlal. Jejaknya itu diikuti oleh presiden Amerika Serikat Barack Obama yang datang ke Istiqlal didampingi istrinya pada November 2010. Beberapa tokoh penting lain yang [ernah mengunjungi Masjid Istiqlal antara lain: Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Libya Muammar Gaddafi, Pangeran Charles dari Britania Raya, Li Yuanchao wakil ketua Partai Komunis China, Presiden Cile Sebastián Piñera, Presiden Austria Heinz Fischer, Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg, dan Kanselir Jerman Angela Merkel pada tahun 2012.


Istiqlal didirikan sebagai bagian dari proyek pembangunan “mercusuar” oleh Prsiden Soekarno dengan peletakan batu pertama pada 24 Agustus 1961. Masjid yang berada di jantung kota Jakarta itu diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978.


Masjid Istiqlal merupakan masjid negara Indonesia, yaitu masjid yang mewakili umat muslim Indonesia. Masjid ini dibangun sebagai ungkapan dan wujud dari rasa syukur bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Selain itu anugerah kemerdekaan, dan terbebas dari cengkraman penjajah membuat masjid ini dinamakan “Istiqlal” yang dalam bahasa Arab berarti “Merdeka”.

Baca Juga:  Berita Hari Ini: Polisi Cari Teman FB Korban Persekusi Ormas FPI di Cipinang Muara!

Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Luas lantainya 36.980 meter persegi, dilapisi dengan 17.300 meter persegi marmer. Jumlah tiang pancangnya sebanyak 1800 buah. Berada di lahan seluas 9,32 hektar. Kapasitas jamaah Masjid ini mampu menampung sekitar 200 ribu jamaah.


Di atas gedung ini ada sebuah kubah kecil, fungsi utama dari gedung ini yaitu setiap jamaah dapat menuju gedung utama secara langsung. Selain itu juga bisa dimanfaatkan sebagai perluasan tempat shalat bila gedung utama penuh.


Istiqlal juga memiliki menara yang melambangkan keagungan Islam, dan kemuliaan kaum muslimin. Keistimewaan lainnya, menara yang terletak di sudut selatan masjid, dengan ketinggian 6.666 cm ini dinisbahkan dengan jumlah ayat-ayat Al-Quran. Pada bagian ujung atas menara, berdiri kemuncak (pinnacle) dari besi baja yang menjulang ke angkasa setinggi 30 meter sebagai simbol dari jumlah juz dalam Al-Quran. Menara dan kemuncak baja ini membentuk tinggi total menara sekitar 90 meter.

Baca Juga:  Parah… Pemenang Tender Pohon Plastik Rp 8 M di Rumah Gubuk Ini

Puncak menara yang meruncing dirancang berlubang-lubang terbuat dari kerangka baja tipis. Angka 6.666 merupakan simbol dari jumlah ayat yang terdapat dalam AL- Quran, seperti yang diyakini oleh sebahagian besar ulama di Indonesia.


Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1961 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, disaksikan oleh ribuan umat Islam. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan.


Sejak direncanakan pada tahun 1950 sampai dengan 1965 tidak mengalami banyak kemajuan karena Proyek ini tersendat oleh situasi politik yang kurang kondusif.


Setelah situasi politik mereda, pada tahun 1966, Menteri Agama KH. M. Dahlan mempelopori kembali pembangunan masjid dan Kepengurusan dipegang oleh KH. Idham Chalid yang bertindak sebagai Koordinator Panitia Nasional Pembangunan Masjid Istiqlal.


Tujuh belas tahun kemudian, Masjid Istiqlal selesai dibangun. Dimulai pada tanggal 24 Agustus 1961, dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978, ditandai dengan prasasti yang dipasang di area tangga pintu As-Salam. Biaya pembangunan diperoleh terutama dari APBN sebesar Rp 7.000.000.000 dan USD 12.000.000.(wik/rot)

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.