General Dynamics selaku pembuat pesawat F-16 meyakini bahwa dalam pemakaian normal, umur produk F-16 Fighting Falcon bisa mencapai rentang waktu 20 tahun. Namun dalam kenyataan, F-16 sampai saat ini bisa dipakai dengan umur lebih tua. 


Melihat keseriusan pengguna F-16, General Dynamics lalu membuat program MLU (Mid Life Upgrade) untuk memperpanjang umur F-16 generasi awal dan menambah kemampuan aviasi dan menembakkan rudal terbaru.


 Di ASEAN, tiga negara pemakai F-16 yaitu Thailand, Singapura, dan Indonesia sama-sama memakai F-16 Block 15 OCU. Thailand dan Singapura sama-sama sudah menerapkan MLU pada F-16 seri pertamanya. Singapura bahkan menghibahkan F-16 seri awalnya ke Thailand.


Bagaimana dengan Indonesia? Seperti diketahui, F-16A/B Block 15 milik TNI AU nyaris tidak pernah kena sentuhan modifikasi, kecuali perkuatan struktur parsial yang dilakukan di Turki pada akhir 1990an. Embargo dari AS juga sempat membuat F-16 TNI AU mangkrak sedemikian lama.


Dengan datangnya F-16C/D Block 52ID (Upgrade dari Block 25) dan ragam persenjataan generasi baru seperti AIM-9X dan AIM-120C-7 AMRAAM, sudah tentu F-16A/B yang datang melalui Program Peace Bimasena menjadi tertinggal dibanding adiknya yang baru datang.


TNI AU pun memutuskan melakukan MLU terhadap F-16A/B yang tersisa tersebut. Permintaan formal MLU diajukan pada akhir 2015 dan Pemerintah AS menyetujuinya pada pertengahan 2016, dengan jumlah biaya US$ 50 Juta untuk 10 pesawat F-16A/B, walau 1 F-16B terakhir mengalami kecelakaan pada saat pendaratan.


Dan apa yang pembaca lihat dalam foto pertama artikel ini, adalah F-16A TNI AU yang benar-benar dibongkar habis dan dikikis seluruh catnya, kembali seperti struktur awal ketika keluar dari pabriknya. Pesawat berwarna kuning ini adalah F-16 yang tengah dalam proses MLU sehingga lahir kembali baru. Terlihat dalam foto, F-16 ini juga dicopot mesinnya.


Ini adalah tahap dimana proses PACER SLIP (Aircraft Structural Integrity Program) dilakukan. Dengan mengikis habis seluruh catnya, struktur F-16 dapat diteliti dengan detail, termasuk apakah ada retakan halus yang terjadi. Komponen permukaan dan struktur yang rusak akan diganti dengan yang baru, sehingga F-16 hasil MLU akan memiliki tambahan 5.000 jam terbang yang diperkirakan cukup untuk waktu 10 tahun.


Setelah proses PACER SLIP, maka MLU akan dilanjutkan dengan upgrade avionik dimana F-16A/B tersebut akan menerima Modular Mission Computer yang menggantikan tiga komputer yaitu komputer pengendali penembakan, sistem elektronik untuk mentenagai HUD (Head Up Display), dan komputer untuk manajemen pemasangan senjata ke pylon (stores management).


Radar AN/APG-66 juga akan menerima prosesor data baru sehingga mampu memancarkan gelombang radar secara kontinyu untuk memandu rudal AIM-120 AMRAAM. Kemampuan menjejak sasarannya pun meningkat, mencapai 10 sasaran udara sekaligus, sementara jarak deteksinya juga meningkat baik untuk sasaran udara maupun darat. F-16 MLU juga akan menerima transponder IFF baru dengan jarak deteksi kawan dan lawan yang meningkat.


Sumber : UC News / Aryo

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here