Fahri Berkicau Bandingkan OTT dengan Polantas, Ini Jawaban Polri


Fahri Hamzah beberapa waktu lalu berkicau di media sosial. Isinya, seperti biasa soal KPK. Fahri saat itu berkicau mengkritisi operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Padahal KPK sukses menangkap Dirjen Hubla Kemenhub, Antonius Tonny Budiono.


Tapi di mata Fahri, penangkapan yang dilakukan KPK itu bukan kesuksesan. Fahri menilai OTT KPK itu memakai hukum perang penuh nafsu, tapi tidak akan menyelesaikan masalah.


“Ini demokrasi. Tangan besi tak bisa lagi . #OTTKPK,” kicau Fahri.



Kicah Fahri pada 24 Agustus soal OTT KPK itu ada beberapa lagi. Dan salah satunya, di antara kicauannya yang menyerang KPK, Fahri membandingkan OTT KPK dengan aksi Polantas di lampu merah.


“Ini mirip kelakuan polisi lalu lintas di lampu merah. Sembunyi di balik semak lalu “HAP kamu ditangkap!”. #OTTKPK,” kicau Fahri.


Tapi rupanya, kicauan Fahri ini direspons banyak orang. Selain mengkritik Fahri yang terus menerus menyerang KPK, juga terkait urusan membandingkan dengan Polantas.



https://twitter.com/Fahrihamzah/status/900566634707861504 Dear Pak @fahrihamzah, polisi bukan cicak cicak di dinding ya 🤔 | @polisijatim

A post shared by POLISI LALU LINTAS INDONESIA (@polantasindonesia) on


A post shared by POLISI LALU LINTAS INDONESIA (@polantasindonesia) on Aug 28, 2017 at 12:55am PDT


Tim dari kumparan lalu meminta tanggapan soal kicauan Fahri ini ke Mabes Polri. Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, polisi yang bersembunyi tidak akan menangkap, kalau orang itu tidak melanggar lalu lintas.


“Jadi kalau tidak melanggar, jangaan takut/kuatir dengan polisi bersembunyi. Di negara-negara maju semua polantas bersembunyi di balik ruang operator CCTV atau Hidden Camera,” beber Setyo.


Sementara menurut Kakorlantas Irjen Pol Royke Lumowa, pertama-tama menurut dia, akun polantas Indonesia itu bukan akun resmi kepolisian. Kemudian, soal kicauan Fahri, Royke senada dengan Irjen Setyo.


“Terkadang polisi harus bersembunyi untuk tangkap pelanggar yang kucing-kucingan,” tutup Royke.


Mungkin analogi Irjen Royke ini seperti juga yang dilakukan KPK, bahwa OTT mesti sembunyi agar bisa menangkap koruptor yang kucing-kucingan. Bagaimana Pak Fahri?


Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah


Sumber berita Fahri Berkicau Bandingkan OTT dengan Polantas, Ini Jawaban Polri : kumparan


Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here