Di Indo Defence 2016 lalu, BUMN Strategis PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT Jala Berikat Nusantara Perkasa (PT Jala) telah merilis rantis serbu ringan yang diberi label ILSV (Indonesia Light Strike Vehicle). Salah satu yang menarik dari pengembangan rantis tersebut, bahwa sasis dan mesin yang digunakan berasal dari Toyota Hilux. Dan, ternyata jauh di Tanah Britania, Jankel Armouring LTD malahan belum lama ini turut menghadirkan rantis serbu yang juga menggunakan basis Toyota Hilux.


Jankel Armouring yang dikenal sebagai pembuat rantis untuk kebutuhan militer Inggris, memperkenalkan Fox RRV (Rapid Reaction Vehicle)-x 4×4 pada ajang Defence and Security Equipment International (DSEI) 2017 di ExCel, London. Sebagai rantis serbu untuk pasukan khusus, model Fox RRV-x rasanya tak istimewa lagi untuk publik di Tanah Air. Desain yang dicitrakan Fox RRV-x memang biasa saja. Lantas apa yang menarik dari rantis serbu yang di display dengan cat gurun ini?


Jankel Armouring menyebut Fox RRV-x sebagai rantis yang air transportable, dimensi dan kapasitasnya dirancang agar sesuai dengan ruang kargo CH-47 Chinook. Meski tampil dengan desain rollbar khas rantis PJD (Pertempuran Jarak Dekat), panel pada pintu dan body dilengkapi material tahan peluru. Mengantisipasi imbas pertempuran yang brutal, panel pintu dan lantai, dapat diganti dan dipasang dengan yang baru, waktunya penggantian disebut-sebut hanya butuh waktu 2 jam.


Bicara soal senjata, tentu mudah ditebak, rantis serbu ini senjata utamanya adalah senapan mesin berat M2HB 12,7 mm, atau bisa diganti dengan pelontar granat otomatis AGL 40 mm. Kemudian pada posisi navigantor, samping pengemudi, disematkan swing-arm mount untuk senapan mesin sekelas GPMG kaliber 7,62 mm. Jika diperlukan senapan mesin GPMG juga dapat dipasang di bagian belakang. Untuk kamuflase, enam pelontar granat terdapat di depan kap mesin, serta empat pelontar ada di bagian belakang.


Meski baru saja diperkenalkan, mujurnya RRV-x telah mendapat pesanan dari Kementerian Pertahanan Belgia.


Sumber : www.indomiliter.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here