sinabung erupsi

Gunung Sinabung yang termasuk dalam kategori gunung berapi aktif kembali erupsi pada Kamis (3/8/2017) sekira pukul 07.54 WIB. Dilaporkan terjadi luncuran awan panas sampai sepanjang 2.000 meter atau 2 kilometer dari puncak kawah dan mengikuti arah angin yang sedang bertiup ke Tenggara-Timur.

“Terjadi awan panas dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah sektor Tenggara-Timur,” jelas  Petugas pos pengamat Gunung Sinabung, Ardi seperti dilansir laman detikdotcom.

Kondisi mengerikan yang berlangsung di gunung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) itu untungnya tidak memakan korban jiwa. Hanya saja wilayah yang tersapu luncuran awan panas tersebut terlihat rusak.

Kepastian tidak adanya korban jiwa diungkap oleh Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Menurutnya, seluruh penduduk yang bermukim di zona berbahaya sudah diungsikan ke tempat aman.

“Ribuan penduduk terdampak langsung dari hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Sinabung. Tidak ada korban jiwa,” jelas Sutopo.

Warga yang berada di sekitar Gunung Sinabung memerlukan bantuan sejumlah benda untuk menghadapi sisa erupsi tersebut. “Masyarakat memerlukan masker dan air untuk membersihkan lingkungan,” tambah dia.

Desa yang ikut merasakan dampak dari erupsi cukup banyak yakni Desa Perbaji, Sukatendel, Temberun, Perteguhen, Kuta Rakyat, Simpang Empat, Tiga Pancur, Selandi, Payung, dan Kuta Gugung.

Sehari sebelumnya atau hari Rabu (2/8/2017), terjadi erupsi dahsyat di Gunung Sinabung sebanyak 16 kali. Luncuran awan panas bahkan mencapai 4,5 km yang jauh lebih parah dibanding yang terjadi Kamis pagi ini. Kini kondisi gunung berapi aktif tersebut sudah relatif tenang.

Pic: dokumen istimewa/detikdotcom

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here