Prof Dr Ing BJ Habibie punya kisah yang cukup menarik ketika dirinya diperintahkan oleh Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto untuk kembali ke tanah air. Ketika itu, Habibie berani mengajukan syarat sebelumnya dirinya menyanggupi untuk pulang ke Indonesia.

Presiden ketiga tersebut meminta Soeharto menjawab dua pertanyaan yang mengganjal hatinya. Jika Soeharto mau menjawabnya, maka Habibie tak keberatan untuk pulang.

Habibie bertanya perihal Presiden pertama, Soekarno serta soal masuknya Timor Timur ke Indonesia.

Baca Juga: Bendera Indonesia Dicetak Terbalik, Pemuda Pancasila Bakar dan Injak-Injak Replika Bendera Malaysia

“Pertanyaan saya yang pertama, kenapa Bung Karno diperlakukan tidak adil oleh Soeharto. Kedua, saya tanyakan kenapa Tim Tim (Timor Timur) bisa masuk ke Indonesia karena sesuai UU Indonesia bukan negara penjajah,” kata Habibie saat dialog di Gedung MPR RI, Selasa (22/8/2017), dikutip dari jpnn.com.

Perihal pertanyaan mengenai Bung Karno, Soeharto menjelaskan jika setiap orang punya jalannya sendiri-sendiri dalam mendapatkan kebenaran yang diyanininya. Dalam hal itu, Soeharto menilai Bung Karno telah melenceng dari jalan yang semestinya dilalui.

“Kata Presiden Soeharto, kalau dia tidak mengambil langkah itu, akan terjadi sesuatu yang mengerikan dengan bangsa ini,” ujar Habibie.

Sementara soal pertanyaan kedua perihal Timor Timur, Soeharto memaparkan jika langkahnya itu adalah atas keputusan MPR RI yang memerintahkan untuk mengambilalih Timor Timur. Selain itu, warga mereka juga punya keinginan untuk bergabung dengan Indonesia.

“Usai mendapat penjelasan itu, saya baru tanya kenapa saya diminta pulang. Presiden Soeharto bilang, saya disuruh buat industri strategis di Indonesia tapi saya bilang nggak mau bikin alutsista. Saya penginnya bangun industri pesawat komersil. Usulan saya disetujui dan 50 tahun lalu industri dirgantara kita maju pesat,” bebernya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here