Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan jika email penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan kepada Brigadir Jenderal Aris Budiman selaku Direktur Penyidik KPK yang berisi protes terkait rekrutmen penyidik baru mengandung unsur pidana di dalamnya.

“Laporan kami telaah dan teliti, apakah ada pidananya dan kami yakini ada pidananya,” kata Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Deryan saat dihubungi, Kamis (31/8/2017) seperti yang diwartakan oleh CNNIndonesia.com

Novel Baswedan diketahui sebelumnya mengirimkan emai yang berisi protes kepada Aris Budiman mengenai pengangkatan penyidik baru KPK. Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Aris saat menggelar rapat bersama Panitia Khusus Hak Angket KPK di DPR pada Selasa (29/8/2017) yang lalu.

Kombes Adi Deryan menyebutkan jika laporan Aris itu sudah diterima pada Minggu (13/8/2017) yang lalu. Berdasarkan Adi, Aris merasa dihina serta dicemarkan nama baiknya oleh Novel Baswedan. Dan menurut Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) hal tersebut masuk dalam pidana.

Saat melaporkan Novel, papar Adi, Aris membawa serta bukti email dari Novel. Kemudian laporan dari Ars itu ditindaklanjuti dengan meminta keterangan dari beberapa orang. Sementara itu di tempat terpisah, Kombes Argo Yuwono selaku Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya menyebutkan jika kasus tersebut sudah naik ke dalam tahap penyidikan.

Aris Budiman saat ini menjadi sorotan. Dia dinilai telah melanggar aturan internal KPK seteleh menghadiri acara rapat bersama Pansus Hak Angket untuk KPK pada selasa (28/8/2017) yang lalu. Langkah Aris itu dinilai tidak sejalan dengan sikap yang diambil KPK sejak awal yang menolak keras bertemu dengan panitia Pansus dengan alasan legalitas kelembagaan.

Di dalam rapat tersebut, Aris bahkan membeberkan sejumlah persoalan internal di tubuh KPK. Antara lain sosok Novel yang disebut powerful sampai dugaan ‘geng’ di dalam tubuh penyidik. Tentu saja itu seperti membuka rahasia di kubu lawan.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here