Loading...
Berita

Hasil Survey Poltracking, Jokowi dan Prabowo Kandidat Terkuat Presiden RI


Hasil survey yang dilakukan lembaga survey, Poltracking, masih menempatkan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto sebagai kandidat terkuat Presiden pada Pilpres 2019.


“Secara umum hanya akan ada dua Capres yang kemungkinan kuat akan maju dalam Pilpres 2019 mendatang. Dan dari sisi Cawapres masih banyak nama meskipun ada enam nama yang leading,” kata Hanta Yudha selaku Direktur Eksekutif Poltracking di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018).


Survey Poltracking menggunakan metode multi sampling di seluruh provinsi di Indonesia dengan mewakilkan secara gender, suku, agama, wilayah dan sebagainya. Dalam survey ini terlihat secara head to head perolehan Jokowi sebesar 57,6%, Prabowo 33,7% dan yang belum memutuskan 8,7%. Undecided voter yang berada dibawah angka 10% itu merupakan hal baik sebab fokus suara terpecah di kedua figur tersebut.

Baca Juga:  Terkait Niat Pensiun Dini Tito, Pengamat Politik: Itu Kode Bila Jokowi Dua Periode

“Di luar dua figur tersebut, semua tokoh baik elit politik lama maupun tokoh baru yang muncul dalam dinamika elektoral tiga tahu terakhir bahkan angka elektabilitasnya tak lebih dari 5% ketika dua figur terkuat ini masuk dalam pellmilihan pertanyaan Capres. Karena itu kandidat Capres yang tergolong kuat hanya Jokowi dan Prabowo,” tegas dia.


(baca: Hasil Survey: Elektabilitas Anies dan AHY Tinggi untuk Cawapres)


Dari segi Capres perbedaan terlihat jauh jika dibandingkan Jokowi dengan calon lain yang bisa mencapai lima hingga enam kali lipat persentase keunggulannya. Dan elektabilitas Jokowi dan Prabowo sampai saat ini masih terus meningkat perlahan.


Hanta dalam surveynya juga mencoba memproyeksikan skenario poros-poros dukungan bagi para peserta Pemilu 2019. Di mana poros-poros tersebut merupakan gambaran atas kemungkinan peta dukungan Partai Politik terhadap calon yang hendak diusung oleh tim koalisinya.

Baca Juga:  Menteri ESDM Tegaskan Harga Elpiji Melon Rp13.500 per Tabung

“Skenario pertama akan ada tiga poros koalisi berdiri sendiri-sendiri, yakni Poros Jokowi, Poros Prabowo dan Poros SBY. Skenario kedua Poros SBY akan bergabung ke Pak Prabowo berhadapan dengan Jokowi. Skenario ketiga, SBY bergabung dengan Jokowi berhadapan dengan Prabowo. Skenario keempat, Pak Jokowi bergabung bersama Prabowo melawan SBY,” kata dia.


Hal tersebut dengan catatan Poros SBY bisa terbentuk jika Demokrat ada PAN dan PKB bergabung. Sebab apabila salah satu tidak bergabung tidak bisa memenuhi presidential threshold 20% sebagaimana putusan MK.


“Kalau PAN konsisten ke Prabowo atau Jokowi, gugur poros ketiga ini, demikian juga PKB,” Hanta menambahkan. (nug)

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.