Loading...
MotoGP Uncategorized

Honda Enggan Rekrut Maverick Vinales Karena Takut Pada Marc Marquez?

Maveric Vinales vs Marc Marquez, Siapa Lebih Hebat Versi Max Biaggi

Honda sebenarnya punya kans untuk merekrut Maverick Vinales pada MotoGP 2016 lalu, beberapa saat sebelum Yamaha mengamankan tanda tangan sang pebalap berbakat Spanyol. Keputusan Honda yang berdiam diri itu menimbulkan pertanyaan. Benarkah sikap itu diambil tim tersebut karena takut pada Marc Marquez, pria yang memberikan tiga gelar juara dunia kepada mereka?

Melihat performa Maverick Vinales di awal musim MotoGP 2017 ada satu hal yang pasti: pebalap 22 tahun itu memang penuh talenta. Faktanya, ia tidak perlu adaptasi terlalu lama di Yamaha untuk meraih dua kemenangan. Di sisi lain, Suzuki, tim yang ditinggalkan Vinales, juga jadi berantakan tanpa dirinya. Oleh karenanya, agak aneh ketika Honda, sebagai tim elite, sama sekali tidak mengeluarkan energi musim lalu untuk ‘mengelus-elus’ Vinales.

Ketika sikap Honda ini ditanyakan kepada Alberto Puig, ia punya jawaban sendiri. Dikutip dari Marca ia menuturkan, “Saya tidak berpikir Honda berkata, bahwa Vinales tidak memiliki potensi. Namun, Honda sangat menghargai nilai pebalap yang ada di MotoGP. Saya tidak tahu apakah Honda benar-benar tidak memberikan tawaran (kepada Vinales).”

“Cuma saat itu, Vinales masih bersama Suzuki; dan mungkin Honda memutuskan untuk tidak berperang dengan pabrikan lain.”

Rivalitas Sengit Marc Marquez vs Maverick Vinales Bakal Terjadi Selama 8 Musim! 2

Dugaan yang paling kuat dari sikap pasif Honda terhadap Vinales, adalah keberadaan Marc Marquez. Bukan tidak mungkin, Honda enggan memasukkan Vinales ke dalam tim, karena takut adanya persaingan internal. Kasus peperangan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo sepanjang MotoGP 2015 yang berdampak buruk pada musim 2016 bisa dijadikan contoh.

Namun, Alberto Puig menolak untuk menyebut, Honda takut pada Marquez. Yang ada adalah, tim tersebut menaruh hormat kepada Baby Alien, dan memilih untuk mengutamakannya dibandingkan pebalap lain.

“Jika ada seorang pebalap yang telah melakukan yang diperbuat Márquez … (juara tiga kali) ini bukan masalah kekuatan seorang pebalap terhadap tim, tetapi  masalah realitas. Marquez datang ke Repsol Honda, dan langsung menang di tahun pertama. Ketika ada pebalap yang seperti ini, maka tim akan menaruh rasa hormat.”

“Marquez mendapatkan perlakuan khusus, karena hal yang dicapainya. Tidak ada yang cuma-cuma. Sekilas, karier Marquez tampak mudah, tetapi ia juga mengalami banyak kecelakaan. Memang benar, apa yang diminta Marc, akan coba diberikan oleh Honda. Dalam hal ini, mereka melakukan kerjasama yang saling menguntungkan.”

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Sampaikan Pendapat

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.