Tak merasa keberatan dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Hakim tunggal Cepi Iskandar atas gugatan praperadilan yang diajukan tersangka pelaku tindak korupsi dalam proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (2-KTP), Setya Novanto, KPK justru balik menantang.


Diwartakan oleh Cnnindonesia.com, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyatakan bahwa Ketua DPR Setya Novanto tak bisa melarikan diri dari jeratan hukum terkait kasus yang menimpanya. Pasalnya penyidik telah mengantongi lebih dari 200 alat bukti untuk menjaringnya.

“Tunggu saja. Dia (Novanto) tidak akan bisa lari, 200 lebih bukti,” ujar Saut ketika menjadi pembicara dalam diskusi Kajian Nalar Hukum Seri I Kanal Hukum Pemuda Lintas Agama ‘Darurat Korupsi dan Polemik Pansus KPK’ di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (30/9), dikutip Cnnindonesia.com, Sabtu (30/9/2017).

Ia menyatakan bahwa untuk memenangkan kasus yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut, pihaknya telah memetakan segala tindak dalam praktek korupsi e-KTP. Selain data transfer hingga daftar perusahaan yang turut terlibat dalam kasus ini. Namun ia tetap menghormati keputusan Hakim Cepi.

“E-KTP itu saya gambar sendiri setahun yang lalu, ke mana dia main, ke mana dia trenafer, ada semua. Perusahaan yang dia gunakan, ada semua. Putusan pengadilan kami hormati. Tapi tidak apa-apa ini praperadilan, tidak bisa substansi,” tambahnya dengan tegas.

Saut mengungkapkan pertimbangan Hakim Cepi Iskandar dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (29/9) petang patut dipertanyakan. Pasalnya, barang bukti yang dimiliki untuk menjerat tersangka atau terdakwa dalam satu perkara sesungguhnya dapat digunakan untuk tersangka yang lain.

“Kalau kalian tiga orang atau berlima, sama-sama ngerampok, saya bikin satu berkas, ternyata yang lainnya ikut kena, ngga mungkin saya bikin (berkas) lagi, kan dari awal semua. Kiamat negara ini,” tandas Saut Situmorang lebih lanjut, seperti yang dikutip dari laman Detik.com, Sabtu (30/9/2017).

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here