Pemerintah Indonesia baru saja membeli pesawat tempur Sukhoi dari Rusia untuk memperkuat pertahanan udara.

Siapa sangka, pembelian dan kerja sama ini malah dijadikan senjata oleh Rusia untuk menyindir Amerika Serikat dan Presiden Donald Trump.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, menegaskan bahwa Kremlin siap untuk bekerja sama dengan negara manapun tanpa menerapkan pra-syarat politik.

Keterangannya ini seakan menyindir Amerika yang kerap menerapkan syarat-syarat tertentu sebelum melakukan kerjasama dengan negara lain.

“Kerja sama ini menunjukkan bahwa Rusia siap menjadi sekutu militer yang bisa diandalkan oleh Indonesia. Kami tidak menerapkan syarat-syarat politik tertentu untuk penjualan pesawat tempur ini, tidak seperti negara lain yang tentu Anda sudah tahu siapa,” tutur Galuzin, di Jakarta, Rabu (23/8/2017), dilansir republika.co.id.

Meski tak langsung menyebut Amerika Serikat, namun ucapan ini sangat jelas ditujukan untuk negara yang dipimpin Trump tersebut. Pasalnya, Washington kerap menjatuhkan sankdi sepihak kepada negara yang dianggap membahayakan mereka.

Bahkan, Indonesia pernah menjadi korban embargo senjata Amerika Serikat pada tahun 1999. Kala itu, Indonesia diduga melakukan pelanggaran hak asasi manusia ketika Timor Leste hendak memisahkan diri.

Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya embargo tersebut dicabut pada 2006 lalu. Bukan cuma Indonesia, CIna, Argentina, Iran, dan Rusia juga pernah dilakukan serupa oleh Amerika Serikat.

Sementara itu, Rusia kini tengah mencari pasar baru untuk industri pertahanan mereka setelah mendapatkan sanksi dari Uni Eropa dan Amerika Serikat terkait konflik di wilayah timur Ukraina.

“Kesepakatan pembelian senjata ini menunjukkan kepada publik Indonesia bahwa Rusia adalah sekutu yang bekerja sama dengan prinsip saling menghormati tanpa melibatkan persoalan politik. Kesepakatan ini tentu saja akan menguntungkan kedua negara,” lanjut Galuzin.

Sebenarnya, Rusia pernah melakukan embargo terhadap Pakistan dengan motivasi politik. Namun, 2014 lalu embargo ini telah dicabut.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here