Loading...
Berita

Ini Nyanyian Nazaruddin Perihal Aliran Dana Megakorupsi KTP-E di DPR


Muhammad Nazaruddin dihadirkan sebagai saksi atas terdakwa Setya Novanto atas kasus korupsi KTP elektronik. Nazar merupakan orang yang cukup vokal beberapa saat yang lalu dalam masalah kasus tersebut akibat dirinya yang juga cukup terlibat dalam kasus ini sebagai mantan bendahara fraksi Demokrat di DPR.


Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Nazar menjelaskan secara rinci mengenai siapa-siapa saja yang turut menerima aliran dana KTP-E tersebut. Namun Nazar mengakui bahwa hal tersebut dia dapatkan dari catatan yang dipegang oleh Mustokoweni dan Andi Agustinus alias Andi Narogong.


(baca: Sidang KTP-E, Dirut PT KWU Ungkap Jati Diri Andi Narogong yang Pengusaha Karoseri Mobil)


“Masalah fee untuk teman-teman panitia, Pokja, semua. Yang bagi semua itu Andi Narogong. Fee itu memang waktu itu ditulis ada yang untuk DPR dan untuk Kementerian. Ada angka-angka, tulisannya yang disampaikan. Waktu itu dijelaskan Andi di ruangannya Ketua Fraksi (Demokrat), Mas Anas,” ungkap Nazar di PN Tipikor, Senin (19/2/2018).


Nazar juga menjelaskan bahwa mengenai fee tersebut ada usulan juga dari Mustokoweni untuk dibagikan ke semua fraksi, namun hal tersebut hanya sekedar usulan. Meski demikian, Nazar menjelaskan bahwa dana tersebut sudah terealisasi.


“Menurut laporan Bu Mustokoweni dan Andi sudah terealisasi, dan termasuk untuk Fraksi Demokrat. Dan untuk jatah Demokrat memang diserahkan ke Mirwan Amir yang diserahkan ke bendahara fraksi, kebetulan saya sendiri,” kata dia.


Saat itu, lanjut Nazar, Mirwan Amir membawa satu juta dolar Amerika, dan dibagi dengan rincian 500 ribu dolar AS untuk Ketua Fraksi dan sisanya dirinya mengaku lupa. Sebab di bendahara fraksi hanya ada uang masuk di brankas fraksi sebesar 500 ribu dolar AS saja.


Nazar juga menerangkan tidak hanya untuk Fraksi Demokrat, aliran uang yang dibagi-bagi juga ada beberapa yang dirinya lihat. Menurut dia, uang yang diserahkan sudah berbentuk amplop. Beberapa di antaranya adalah Diah Anggraini selaku Sekretaris Jendral Kemendagri, Chairuman Harahap mantan Ketua Komisi II, Ganjar Pranowo mantan Wakil Ketua Komisi II, Agun Gunandjar Sudarsa selaku mantan Ketua Komisi II dan lain-lain.


“Iya (lihat) Pak Ganjar. Ada untuk Sekjen Bu Diah 200 ribu dolar AS, ada untuk ketua panitia termasuk Pak Dirjen. Pak Jafar Hafsah 100 ribu dolar. Pak Chairuman, waktu itu kebetulan saya di situ. Saya lihat kalau angkanya, saya lupa tapi ada di catatan, dua kali penyerahan, dua-duanya tahu. Agun Gunandjar 500 ribu (dolar AS), saat Andi ada di ruang Mas Anas dia minta ketemuan jadi saya temanin Andi ke ruang Agun, dia bilang ‘saya di depan, saya yang pasang badan, loh kalau gak jelas saya gak mau,” kata dia.


“Waktu itu dikasih 100 ribu (dolar AS) Pak Ganjar gak mau. Mintanya 500 ribu (dolar AS). Tidak (ditolak lagi), diterima. Menerima. Waktu itu melihat,” Nazar menambahkan. (nug)

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Sampaikan Pendapat

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.