Ada yang berbeda dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Hal tersebut dirasakan oleh pengamat politik, Adi Prayitno yang menilai Joko Widodo menyimpan daya tarik sangat kuat sebagai calon presiden. Bahkan magnet dari dirinya terasa begitu digdaya jauh sebelum Pilpres 2019.


Diwartakan Jpnn.com, dukungan dari partai politik agar Jokowi kembali mengajukan dirinya dalam Pilpres 2019 mengalir deras. Sosok suami Iriana memang dikenal sebagai orang yang sangat fenomenal. Bahkan ia tak perlu melakukan terlalu banyak manuver hanya untuk membuktikan kecakapan yang dimiliki.

“Jokowi memang fenomenal meski tak banyak bermanuver atau kerap curhat soal apa yang sudah dilakukan. Dia cukup membuktikan dirinya dengan tindakan nyata, bekerja,” tukas Adi ketika ditemui di Jakarta, Senin (25/9), seperti dikutip Jpnn.com, Senin (25/9/2017).

Berdasarkan fakta tersebut, pengajar Ilmu Politik di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta ini menilai, Jokowi berada di atas angin. Hal tersebut dibuktikan dengan sejumlah partai politik yang menyatakan dukungan pada mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Disebutkan mulai dari Partai Golkar, NasDem, PPP, Hanura hingga Perindo memberikan dukungan penuh kepada Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang. Bentuk dukungan lain kepada Jokowi pada pemilihan presiden juga turut disuarakan oleh para relawan Projo.

“Ini menunjukkan mesin politik sudah siap tempur. Jadi dukungan tak hanya sekadar mengamankan presidential threshold untuk dapat maju. Tentu dalam politik tak boleh mendahului kehendak Tuhan. Ikhtiar harus tetap diupayakan guna menebalkan trust terhadap Jokowi,” ujarnya lebih lanjut.

Adi menegaskan, jika ingin memperoleh kemenangan dalam Pilpres 2019 yang akan datang, Jokowi harus tetap mempertahankan kinerja dengan mengejar target pertumbuhan ekonomi dan juga meningkatkan daya beli rakyat. Semua ini menjadi kunci utama dalam meraih kemenangan.

Sementara itu, dua kubu dari poros Hambalang dan Cikeas yang diperkirakan menjadi lawan Jokowi dalam Pilpres 2019, diungkapkan Adi Prayitno tak banyak membuat perbedaan. Pasalnya hanya tersisa empat partai politik yang kemungkinan besar tidak akan mendukung Jokowi, yaitu Gerindra, PKS, Pan dan Demokrat.


Berdasarkan prediksi, jika peta politik tak berubah banyak, di mana lawan Jokowi hanya Prabowo dan kubu Cikeas, maka dapat dipastikan Jokowi tak perlu mati-matian untuk memenangi Pilpres kembali, seperti yang diungkapkan peneliti The Political Literacy Institute tersebut.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here