jamu gendong

Tahukah kamu? Dulu ada mitos yang cukup lekat disandang oleh mbak-mbak penjual jamu gendong. Jamu tradisional tersebut umumnya ditawarkan oleh para wanita yang tidak sedikit dari mereka berparas cantik. Walaupun banyak pula ibu-ibu paruh baya. Nah, kabarnya jumlah botol jamu yang dibawa masing-masing penjual jamu gendong itu menunjukkan status pernikahannya lho.

Antara percaya dan tidak, setidaknya ini menjadi daya tarik konsumen jamu tempo dulu terutama mereka yang pria. Sembari memesan jamu, jumlah botol yang digendong sembari dihitung. Konon dari situ bisa diketahui apakah penjual jamu masih jomblo, sudah menikah, atau bahkan berstatus janda.

Dikutip dari sebuah infografik di laman CNN Indonesia, jika penjual membawa sekitar lima atau tujuh botol jamu di bakulnya maka kemungkinan dia masih lajang. Kalau membawa 8 botol jamu maka sang penjual masih dalam status pernikahan. Saat ditemukan ada 9 botol jamu dalam gendongan maka status penjualnya sudah janda.

Untuk saat ini, kabar tersebut barangkali hanya sekadar mitos. Penjual jamu gendongan pun jumlahnya cenderung berkurang dan tidak sebanyak masa lalu. Beragam jenis jamu telah dibuat dalam bentuk praktis, seperti sirup maupun pil. Selain itu seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan dari sisi medis, mulai ditemukan berbagai obat herbal yang telah didahului dengan penelitian agar diperoleh dosis yang tepat agar kemanfaatannya maksimal dalam mengobati.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here