Konflik di Myanmar belum usai sampai saat ini. Bahkan, pertempuran kembali pecah di bagian Rakhine, Myanmar di mana sebagai besar masyarakat Rohingnya bertempat tinggal.

Setidaknya, ada 1.000 warga muslim di Rohingya memutuskan untuk melarikan diri guna menghindari kekerasan yang bisa dibilang terus meluas di Myanmar. Namun, mereka yang melarikan diri justru tertahan di perbatasan Bangladesh.

Jumlah korban yang mati akibat serangan yang dilancarkan pemberontak Rohingya sampai Jumat (25/8/2017) sudah  mencapai 89 orang, termasuk juga 77 orang dari pihak pemberontak dan 12 orang pasukan keamanan Myanmar, papar militer Myanmar.

Serangan tersebut serupa pada Oktober tahun lalu yang memicu operasi militer besar-besaran yang membuat dunia menuding Myanmar telah melakukan pelanggaran kemanusiaan yang berat. Dan paling tidak, satu serangan terjadi hari ini, jelas sumber-sumber keamanan di Myanmar.

Baca juga: Mahfud MD Mengaku Pernah Ditipu First Travel, Begini Cerita Lengkapnya

Aung San Suu Kyi, pemimpin nasional Myanmar mengutuk keras apa yang dilancarkan oleh pemberontak yang menyerang 30 pos polisi dan sebuah markas tentara pada serangan Jumat, kemarin. Pihak Pemerintah Myanmar sendiri sudah mengungsikan staf dan penduduk desa ke lokasi yang lebih aman.

Perlakuan kepada sekitar 1,1 juta muslim Rohingya telah menjadi tantang yang besar bagi Aung San Suu Kyi yang sudah 16 bulan memerintah Myanmar. Peraih Nobel Perdamaian dunia itu bahkan sebelumnya dituduh tidak berani mengutuk perlakuan keji terhadap minoritas Rohingya dan sebaliknya dituding membela operasi militer brutal pada Oktober tahun yang lalu.

Penjaga Perbatasan Bangladesh-Myanmar, Mohammad Ali Hossain menyebutkan jika kurang lebih 1000 orang Rohingya tiba di tepi Sungai Naf yang memisahkan Myanmar dan Bangladesh dan kemudian terjebak di sana.

Baca juga:  Habib Rizieq Minta Kasus Chat Pornografi Dihentikan, Sekjen Golkar: Tidak Bisa

“Banyak orang Rohingya berusaha masuk ke Bangladesh, tetapi kami punya kebijakan toleransi nol, tak seorang pun boleh masuk,” kata Hossain, seperti yang diwartakan oleh Tirto.id

Pemerintah Bangladesh sebelumnya mengambil pendekatan yang keras soal pengungsi namun akhirnya membiarkan mereka masuk. Dan sejak Oktober tahun yang lalu ada setidaknya 87.000 pengungsi Rohingya berada di Bangladesh.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here