Mahfud MD yang kini menjabat sebagai nggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menyatakan jika sekarang banyak bermunculan gerakan radikal.

Mahfud juga menerangkan jika ada hasil penelitian yang menyebutkan jika banyak kelompok radikalis yang kini menjadi idola para anak muda. Posisi tentinggi tokoh yang menjadi idola adalah Abu Bakar Baasyir serta Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

“Seperti banyak survei, anak muda idolanya adalah kaum radikalis. Ada penelitian di sebuah sekolah-sekolah aliyah di daerah tertentu, siapa idola Anda? Ada Soekarno, Gusdur, paling atas seperti Abu Bakar Baasyir dan Habib Rizieq,” kata Mahfud saat dalam Diskusi Forum Merdeka Barat 9 “Upaya Memperkuat Persatuan dan Kesatuan” di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (21/8/2017), dikutip dari republika.co.id.

Bagi Mahfud, hal tersebut dipengaruhi oleh radikalisme. Kekhawatiran dari radikalisme saat ini yaitu perubahan sistem, membongkar sampai ke akarnya. Salah satu contoh adalah keinginan agar mengganti dasar negara secara radikal tanpa melampaui jalur-jalur yang ada. Hal tersebutlah yang saat ini sedang dilawan oleh pemerintah.

“Kita tidak boleh terjebak, ideologi radikalisme, terorisme sehingga pemeritnah juga mengupayakan langkah-langkah membendung radikalisme termasuk (menerbitkan) Perppu Ormas,” ujar dia.

Mahfud mengambil contoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai salah satu kelompok yang menjadi sasaran Perppu Ormas. Sebab HTI dikategorikan sebagai gerakan radikalisme. Menurut Mahfud, Radikalisme harus ditantang dengan Pancasila sebagai ideologi yang paling tinggi.

Ia juga mengingatkan mengenai pelajaran mengenai Pancasila sudah tak ada di sekolah-sekolah.

Mahfud juga menjelaskan jika ada yang tidak sempurna maka diperbaiki, bukan langsung dibongkar dan menggantinya dengan sistem yang lain.

“UUD 1945 kita pakai, dengan pilar bhinneka tunggal ika, yang kurang sempurna di UU DPR misalnya diperbaiki, partainya diperbaiki, bukan dibongkar semua dengan sistem lain,” katanya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here