Sudah lebih dari 200 hari sejak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan diserang orang tak dikenal yang menyiramkan air keras ke wajahnya. Tetapi penyelidikan seolah sama sekali tak mengalami kemajuan berarti.


Meski sejumlah aktivis antikorupsi turut aktif mendorong pemerintah untuk segera menentukan dan mengambil sikap serta membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF), namun mirisnya tidak ada perkembangan terbaru yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian.

Dan menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan dirinya akan memanggil Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian. Tujuannya adalah untuk meminta perkembangan terbaru terkait pengusutan perkara Novel, dilansir Tempo.co.

“Nantilah. Kapolri saya undang, saya panggil,” jawab Jokowi yang didesak dengan berbagai pertanyaan mengenai kasus yang menimpa Novel Baswedan, ditemui di Jalan Tol Becakayu, Bekasi, Jumat (3/11), seperti yang dikutip dari laman Tempo.co, Jumat (3/11/2017).

Jokowi mengaku wajib mengetahui segala kemajuan yang terjadi selama pengusutan berlangsung. Namun lebih lanjut ia enggan memastikan dirinya bersedia membentuk tim pencari fakta yang dinilai bisa membawa secercah titik terang dalam mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

“Di prosesnya sudah sejauh mana yang jelas semua masalah harus gamblang, harus jelas, harus tuntas,” tambah Jokowi yang dengan tegas akan terlebih dahulu menemui Kapolri, seperti yang dikutip dari laman Kompas.com, Jumat (3/11/2017).

Seperti yang diketahui, saat desakan untuk membentuk tim pencari fakta kasus Novel Baswedan semakin meningkat pada Juli lalu, Jokowi juga pernah memanggil Kapolri. Namun ia memutuskan menyerahkan penyelidikan kasus Novel ke pihak kepolisian dengan menolak membentuk tim khusus.

Di sisi lain, Juru Bicara Istana Kepresidenan, Johan Budi Sapto Pribowo ketika ditemui pada Kamis (2/11), mengungkapkan belum mengetahui secara pasti agenda Presiden Joko Widodo berencana mengundang Jenderal Tito ke Istana.


Terkait pembentukan TGPF, Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai bersifat penting. Pasalnya, tak tampak keseriusan dari upaya pihak kepolisian dalam mengungkap tuntas perkara Novel. Bahkan ia menduga, tersembunyi unsur politis atau kepentingan lain yang menyebabkan kasus tak kunjung selesai.

“Misalnya, ketika kepolisian mengatakan kasus ini berat, bisa memakan waktu lama, saya melihat kasus ini dibawa ke narasi sulit diselesaikan,” tukas Dahnil yang juga merupakan teman dekat Novel Baswedan tersebut.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here