Ahmad Doli Kurnia yang merupakan Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) menuturkan bahwa penyebaran foto tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto yang sedang terbaring di rumah sakit lengkap dengan alat bantu pernafasan dinilai sengaja disebarkan oleh orang dekat. Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) tersebut secara frontal dan menohok menyebut itu hanya merupakan upaya pencitraan guna menarik simpati publik.

“Penyebaran yang dilakukan pihak Setya Novanto itu merupakan sebuah langkah berani-beranian mengubah persepsi publik,” ungkapnya sebagaimana disebutkan dalam laporan JawaPos.com, Rabu (27/9/2017).

Ahmad Doli Kurnia menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari foto itu. Tujuannya jelas, yakni guna mencari tahu lebih lanjut apakah foto itu benar menggambarkan kondisi Novanto yang sedang sakit atau hanya bersandiwara saja.

Menurutnya, yang harus diperhatikan dengan saksama adalah berbagai jenis alat kedokteran di ruangan itu. Misalnya, dari alat bantu yang dipasangkan ke tubuh Setya Novanto. Pasalnya, Ahmad Doli Kurnia mengatakan ada keganjilan ketika ia melihat layar Elektrokardiograf atau alat pengukur denyut jantung di foto tersebut.

Alat yang berada di ujung kiri tersebut, menunjukkan pergerakan detak jantung Novanto yang tampak datar. Sedangkan seperti yang diketahui, tanda datar pada monitor alat tersebut tentu menunjukkan bahwa pasien sudah tidak lagi bernyawa—mengingat alat tersebut memperlihatkan grafik dari detak jantung seseorang.

“Dan bila publik yang melihat foto itu jeli dan kemudian ada yang menyimpulkan bahwa itu mengada-ada, dengan melihat kerja alat-alat yang berada di sekitarnya itu. Bisa jadi back fire buat dirinya,” urai Ahmad Doli Kurnia.

Ia menambahkan, sebenarnya bagi Novanto dan keluarga untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan benar-benar sakit parah adalah dengan melepas semua tanggung jawabnya di dunia politik. Yakni, mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR.


Secara logisnya, ini dikarenakan dengan sakitnya yang parah itu, maka tak mungkin bagi Setya Novanto menjalankan tanggung jawabnya.

“Tidak dengan cara-cara kekanakan kirim foto ke publik seperti di atas,” Doli menutup pembicaraan.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here