Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikenal sebagai salah satu menteri dengan gayanya yang nyentrik. Meski begitu, kinerjanya patut diacungi jempol.

Namun, ditengah isu reshuffle jilid 3, tiba-tiba saja posisi Menteri Susi diguncang dengan demo sejumlah nelayan dari Pantai Utara Jawa.

Para nelayan mendesak Presiden Joko Widodo untuk menurunkan Susi dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan. Alasannya, karena Susi melarang nelayan menangkap ikan menggunakan cantrang.

Siapa sangka, demo nelayan ini ternyata ditanggapi serius oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. Padahal, selama ini Budi terbilang jarang berkomentar soal isu politik.

Budi mengakui, demo nelayan yang ingin menurunkan Susi ini sebenarnya di dukung oleh sebuah kartel di Indonesia. Jenderal Polisi ini menyebut, aksi tersebut dilakukan karena bisnis kartel pangan di laut terganggu karena kinerja Menteri Susi.

“Bu Susi sekarang sedang mengalami serangan balik yang sangat kuat, demo nelayan dan sebagainya. Kekuatan inilah yang bermain untuk Ibu Susi diganti (dari posisi Menteri KKP),” tegas Budi, Kamis (13/7/2017), dilansir kompas.com.

Sementara itu, pengamat politik Hendri Satrio menegaskan, isu cantrang yang digembar-gemborkan nelayan tidak akan mempan menurunkan Susi dari jabatan menteri.


“(Isu cantrang) tidak cukup kuat. Susi masih populis di masyarakat kendati ada goyangan isu cantrang. Citra positifnya masih jauh lebih besar ketimbang cantrang,” tegas Hendri.

Hal ini juga diperkuat dengan dukungan dari partai pendukung Jokowi terhadap Susi. Jokowi juga akan segera bertindak agar isu cantrang tak melebar dan merugikan pemerintah.

Sementara itu, terkait isu reshuffle, menurut Hendri, tidak didasarkan pada kinerja melainkan untuk pembentukan tim sukses Pilpres 2019.

“Reshuffle kali ini jika ada, bisa juga dijadikan ajang pembentukan tim sukses putaran kedua. Bila begitu, maka anggota kabinet yang juga tim sukses 2014 semisal Luhut Panjaitan, Rini Soemarno, Amran Sulaiman, Teten Masduki, Puan Maharani, Susi Pudjiastuti dan Pratikno sangat mungkin aman dari reshuffle,” lanjut Hendri.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here