Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada pra pengungsi dari Rakhine State yang terlunta-lunta di perbatasan Myanmar-Bangladesh.

Pada Sabtu (16/9/2017) Junjungan Tambunan, Direktur Tanggap Bencana BNPB dalam keterangan Biro Pers, Media dan Sekretariat Presiden menyampaikan jika pengiriman bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia akan terus berlanjut mengingat masih banyak pengungsi yang belum mendapatkan bantuan.

“Belum cukup. Walaupun ada juga bantuan-bantuan dari negara-negara lain,” kata Junjungan, papar Junjungan seperti yang diwartakan oleh Tribunnews.com

Ia juga mengungkapkan jika bantuan dari Indonesia itu telah mencapai 54 ton. Pada Sabtu (16/9/2017) Pesawat Hercules A 1319 dan A 1316 yang membawa bantuan sudah tiba di Bandara Internasional Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh. Kedua pesawat itu mengangkut bantuan seberat 19,8 ton yang terdiri dari 10 ton beras, makanan siap saji, lampu, tenda, dan juga selimut.

Dan sementara itu, perwakilan Kedutaan Besar RI di Bangladesh, Eka Wiediyantiningsih menyebutkan jika bantuan dari Indonesis sudah mendarat di Kota Coxs Bazar, kota terdekat dari keberadaan para pengungsi di Rakhine State.

“Untuk penyalurannya, itu kita serahkan kepada pemerintah setempat, pemerintah daerah bekerja sama nanti dengan organisasi-organisasi internasional,” ujar Eka.


Sebelumnya Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto meminta masyarakat untuk memperkuat diri agar bisa membantu etnis Rohingya dari berbagai penindasan oleh Pemerintah Myanmar.

Hal itu dipaparkan Prabowo dalam orasinya pada aksi Bela Rohingya 169 yang dilaksanakan di Kawasan Silang Monas Jakarta Pusat pada Sabtu (16/9/2017). Di dalam orasinya, Prabowo menyebutkan jika saat ini Indonesia sudah terlalu banyak memiliki hutang sehingga tak memiliki kekuatan untuk banyak membantu.

“Kita harus memperkuat diri supaya orang dengar kita bicara. Terus terang saja negara kita sedang dalam keadaan tidak punya uang karena kuat utang. Kekayaan kita bocor kita tidak bisa jaga kekayaan kita sendiri,” seru Prabowo.

Bahkan Mantan Danjen Kopassus itu percaya kalau Indonesia kuat, maka bisa membantu Rohingya. Prabowo bahkan mengkritik bantuan yang diberikan oleh Presiden Jokowi yang dinilainya hanya merupakan pencitraan.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here