Ousmane Dembele Pecah Rekor Transfer Termahal Barcelona, Ini Komentarnya!

Neymar dan Ousmane Dembele bahkan tidak pantas ditebus dengan biaya transfer seharga 100 juta Euro. Demikian yang disebutkan oleh presiden Bayern Munchen, Uli Hoeness. Menurutnya, pergerakan di bursa transfer tahun-tahun ini sudah keterlaluan; dan harga para pemain semakin tidak terkendali.

Sampai musim lalu, harga transfer termahal dipegang oleh Paul Pogba yang dibeli seharga 105 juta Euro oleh Manchester United. Namun musim panas ini, sudah ada dua pemain yang melewati batas itu. Ada Neymar yang pindah dari Barcelona ke Paris St Germain seharga 222 juta Euro. Lalu, Ousmane Dembele yang dibeli Barca seharga 105 juta Euro.

Melihat masih ada waktu hingga penutupan bursa transfer pada 31 Agustus mendatang, kemungkinan ada beberapa pemain yang bakal direkrut dengan biaya di atas 100 juta Euro. Misalnya,  pemain depan Monaco Kylian Mbappe yang konon akan dibeli PSG seharga 180 juta Euro. Atau Philippe Coutinho yang nasibnya menggantung.

Namun Uli Hoeness melihat, bursa transfer saat ini sudah terlalu gila. Begitu royalnya klub-klub elite Eropa untuk membeli pemain, tanpa memedulikan harga yang pantas untuk mereka. Kontras dengan klub-klub Bundesliga yang terkenal hemat dan cermat dalam urusan yang satu ini.

Apa Nama Resmi Trio Messi-Suarez-Dembele MSD, LOL, Atau LSD 2

Hoeness menuturkan kepada Sport Bild, “Menurut saya tidak ada pemain di dunia yang berharga 100 juta Euro.”

“Saya tidak ingin membeli pemain seharga 100 juta euro bahkan jika saya memiliki uang itu. (Pembelian semacam itu hanya) akan membuang banyak uang.”

Hoeness sendiri melihat, bukan tidak mungkin, belanja besar-besaran ala klub Eropa bakal mencapai titik batas. Semua kembali kepada fans. Jika sampai mereka merasa muak dengan sepakbola sekarang yang sudah sepenuhnya berbau bisnis, bukan tidak mungkin mereka berpaling; dan mencari olahraga lain.

“Kita telah mencapai titik tempat kita harus berhati-hati karena bisa jadi, fans bakal merasa muak. Sejujurnya, sekarang saatnya untuk kembali ke proporsionalitas. Sudah lama ada ketakutan terkait (mahalnya biaya) agen, pemain, dan lain-lain. Sekarang kita harus mengatakan ‘cukup sudah’.”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here