Perusahaan milik negara sektor perkapalan PT PAL Indonesia menargetkan proses konstruksi kapal milik TNI Angkatan Laut dapat mencapai 45% pada akhir tahun ini. Saat ini, proses pengerjaan telah mencapai 21,7%.
Saat proses peletakan lunas (keel laying) Landing Platform Dock (LPD) atau kapal perang amfibi di Surabaya, PT PAL telah
menyelesaikan proses pengerjaan 13 blok sekaligus dengan beban sebesar 437 ton. Capaian itu di atas ketentuan minimal proses keel laying yang ditetapkan dalam regulasi Marpol/SOLAS yang sebesar 50 ton atau setara 1—2 blok.


Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh menuturkan perusahaan pelat merah tersebut melakukan proses keel laying lebih cepat empat bulan dari rencana awal yaitu pada 28 Desember 2017.


Dia menyebut PAL berkomitmen menyelesaikan proyek multiyears tersebut secara tepat waktu.


“Melalui pendekatan strategi pembangunan terbaru, PT PAL dapat mempercepat proses konstruksi kapal LPD dari yang sebelumnya membutuhkan waktu 5—6 tahun, menjadi hanya 2—3 tahun,” ungkap Budiman dalam konferensi pers di area perakitan kapal PT PAL di Surabaya, Senin (28/8/2017).


Budiman menjelaskan aktivitas keel laying merupakan momentum penting dalam suatu konstruksi pembuatan kapal sehingga apabila proses tersebut dapat dipercepat, penyelesaian kapal secara utuh pun diharapkan lebih cepat dari target.


Adapun, kontrak pengadaan kapal LDP Ke-3 TNI AL tersebut ditandatangani pada 11 Januari 2017 dan proses first steel cutting dimulai pada 28 Juni 2017. Dengan proyeksi masa pengerjaan selama 23 bulan, pengiriman (delivery) kapal ditargetkan dapat dilaksanakan pada 28 Desember 2018.


Aslog Kasal Laksamana Muda TNI AL, Mulyadi mengungkapkan TNI AL telah ketiga kalinya melakukan pemesanan kapal kepada PT PAL. Sejauh ini, pembuatan kapal selalu tepat waktu, sehingga proses pembuatan kapal ketiga pun diharapkan tidak molor.


“Nilai pengadaan kapal ini per unitnya sebesar Rp736 miliar. Sebenarnya TNI AL berpotensi memesan lebih banyak namun anggarannya masih terbatas, tapi mudah-mudahan bisa rutin. Percepatan pengerjaan ini merupakan kabar baik bagi kami,” jelas Mulyadi.


Dia menuturkan TNI AL memenuhi amanah pemerintah untuk memberikan kesempatan pada peruahaan dalam negeri untuk terlibat membangun proyek-proyek Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista).


Selain untuk operasional TNI AL kapal LPD juga dapat untuk logistik barang dan kegiatan-kegiatan menjalankan misi kemanusiaan. Menurut Mulyadi, TNI AL juga memiliki 15 kapal tua sehingga diperlukan pembaruan kapal.


Dari dokumen spesifikasi kapal, dijelaskan PT PAL saat ini sedang menyelesaikan LPD dengan panang 124 meter dan lebar 21,8 meter. Total beban full load sebesar 7.200 ton dan kecepatan jelajah sebesar 14 Knot.


Sumber : surabaya.bisnis.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here