Sampul Buku.


Dalam tahun ajaran baru 2017, beberapa sekolah telah dihebohkan dengan muculnya sampul buku yang tidak pantas untuk diperjual belikan di dalam lingkungan anak sekolah. Hal itu karena gambar yang dimuatnya dianggap tidak pantas.



Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sudah menerima laporan terkait dengan adanya sampul buku guru seksi itu, pihaknya akan segera menelusuri peredaran sampul tersebut untuk mengetahui produsennya.


Biasanya, sampul buku warna coklat tersebut sering kali digunakan oleh para siswa untuk menyampul buku tulis mereka. Akan tetapi, pada sampul buku guru seksi itu tidak layak diperjual belikan karena dianggap mengandung unsur pornografi.


Memang terlihat pada bagian depan sampul buku guru seksi itu, menggambarkan seorang guru dengan pakaian seksi serta murid yang memandanginya dengan pandangan nakal. Untuk bagian belakangan sampul buku itu, tertulis adanya beberapa kolom jadwal pelajaran.


“Kami sedang mendalami sambul buku bermuatan pornografi itu saat ini sedang mengumpulkan bukti awal untuk ditelaah,” ujar Wakil Ketua KPAI Susanto, Kamis (6/7).



Pihaknya menjelaskan, tidak menutup kemungkinan kalau KPAI akan memanggil langsung produsen yang membuat sampul buku guru seksi itu. Hal ini dilakukan oleh KPAI karena mereka ingin memintai keterangan langsung adanya kejadian ini serta klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.


“Tentu dari sisi etik dan perlindungan anak sampul tersebut tidak tepat bahkan berpeluang melanggar hukum,” pungkas dia.


Susanto menegaska, sekarang ini KPAI sedangan melakukan penelusuran terkait dengan adanya sampul buku guru seksi yang viral beberapa waktu ini. Menurutnya, dengan adanya sampul buku itu tentu saja akan berdampak pada perusakan moral bangsa.


“Saya sedang telusuri. Laporan ini kami dapat dari masyarakat,” tegasnya.


Viralnya sampul buku guru seksi ini berawal dari postingan yang diunggah oleh seorang pemilik akun bernama Asminar melalui Facebook (FB). Pada saat itu, dia berencana membelikan anaknya sampul buku. Namun setelah adanya gambar yang tak senonoh itu akhirnya Asminar tidak jadi memakaikan di buku anaknya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here