TNI AU segera menempatkan sebuah pesawat tempur yaitu jenis T50 di Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kupang.

“Dalam rencana strategis tahap kedua, kami akan ditambah sembilan buah pesawat Cassa. Satu pesawat tempur T50 akan ditempatkan di Lanud El-Tari yang akan datang di Kupang pada 21 Juli mendatang,” kata Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam siaran pers yang diterima di Kupang, Rabu (19/7/2017).

Ia mengatakan hal itu dalam pertemuan dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya pada Selasa kemarin, yang membahas salah satu isu pertahanan negara di wilayah NTT yang berbatasan dengan Australia dan Timor Leste itu.

Menurut Hadi Tjahjanto, terkait pertahanan negara, Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki nilai strategis sehingga kehadirannya rangka menginventarisasi sejumlah kekuatan khususnya kekuatan udara yang perlu ditingkatkan.

Ia mengakui NTT merupakan wilayah yang memiliki posisi strategis sebagai provinsi berbasis kepulauan yang berbatasan langsung dengan dua negara. Untuk itu, pihaknya menempatkan pesawat tempur tersebut guna mendukung kerja menjaga pertahanan dan keamanan di daerah itu.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Sehingga kegiatan-kegiatan pemerintah daerah, kepolisian daerah, komando daerah militer, apabila ada permasalahan di luar Kupang bisa segera ditindaklanjuti dengan cepat,” katanya.

Sementara, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menjelaskan NTT, merupakan daerah kepulauan yang memiliki 1.192 buah pulau sengan luas wilayah mecapai 247.000 km2 sehingga perlu didukung pemerintah pusat dengan fasilitas yang memadai.

“Untuk menjangkau pulau-pulau ini memang kami butuh fasilitas yang lebih memadai, bagaimana supaya kalau ada kejadian di Flores kami bisa segera sampai ke sana, demikian juga ke Sumba dan lainnya,” katanya.

Lebih lanjut Lebu Raya mengatakan sebagai daerah yang berbatasan dengan dua negara, terutama batas darat secara langsung dengan Timor Leste, maka diperlukan adanya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kabupaten Kupang yang bersebelahan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.

Gubernur dua periode itu mengakui perbatasan negara di Kabupaten Kupang dan Oekusi sering muncul masalah dibanding PLBN lainnya seperti Motaain, Wini dan Motamasain di Pulau Timor,” kata Frans.

“Untuk itu kami meminta kepada KSAU agar terus membantu mendorong pembangunan PLBN antara Kabupaten Kupang dan Oekusi ini,” timpalnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here