Jauh dari rumah, tak membuat prajurit TNI yang sedang bertugas di Lebanon larut dengan kesedihan. Para prajurit TNI yang sedang dalam misi perdamaian tersebut tetap gembira merayakan Idul Fitri. Bahkan Satgas Military Police Unit (MPU) Kontingen Garuda TNI XXV-I/UNIFIL Lebanon bisa lebaran bersama Saddam Hussain.


Satgas ini menyelenggarakan Salat Id di Lapangan Gajah Mada Base UNP 7-3 Blat Marjayoun, Lebanon Selatan, Minggu (25/6). Salat Id tersebut diikuti lebih dari 250 personel, baik dari Kontingen Indonesia yang tergabung dalam Satgas MPU, Kompi B, Indobatt, maupun personel Milstaf dan juga personel dari Kontingen asal India serta Serbia.


“Perayaan Idul Fitri ketika berada di negeri orang tentunya terasa berbeda dibandingkan di negeri sendiri. Namun itu menjadi salah satu kenikmatan yang dirasakan karena tidak semua prajurit TNI mempunyai kesempatan berlebaran dalam suasana misi perdamaian di bawah bendera PBB,” ungkap Komandan Polisi Militer Sektor Timur UNIFIL, Letkol Cpm Joni Kuswaryanto dalam keterangannya, Minggu (25/6/2017).


Salat Id Satgas MPU tersebut dipimpin oleh Khotib Haji Rahmat Ilahi Siregar yang sedang menempuh pendidikan pasca-sarjana di Beirut Islamic University. Selesai Salat Id, diselenggarakan pula silahturahmi dengan jajaran pasukan perdamaian yang berada di wilayah Seceast.


Letkol Joni yang dalam misi perdamaian itu biasa disebut Sempu (Sector East Military Police Unit) Commander memberikan apresiasi atas kehadiran jajaran pasukan perdamaian dari negara lainnya. Pada acara silahturahmi itu turut hadir Komandan Batalyon India Col. Dhinendra, Komandan Zeni Kamboja Col. Lang Venna, para Chief, LO jajaran Seceast, Para Observer yang tergabung dalam OGL/ Observers Group Lebabon, Spanish Military Police Detachment, serta para personel Batalyon India yang beragama Islam.


“Ini adalah tradisi bangsa Indonesia saat berlebaran, berkumpul, saling memaafkan dan menikmati Ketupat. Ketupat yang didatangkan dari Indonesia tersebut merupakan obat kangen dan pelengkap menu lebaran personel Indonesia,” ujar Joni.


Dalam acara silahturahmi tersebut, ketupat pun menjadi primadona. Masakan khas lebaran yang tersaji di camp itu membuat kerinduaan personel perdamaian TNI akan tanah air sedikit terobati.


Pada acara tersebut, Joni mengaku sedikit kaget dengan kedatangan Saddam Hussain yang menyalami dan memeluknya. Namun Saddam yang dimaksud bukanlah mantan Presiden Irak yang dihukum mati pada 2006 lalu melainkan seorang personel dari Batalyon India.


“Dia mengungkapkan bahwa suasana seperti ini tidak ditemukan di tempat lain. Dia merasa seperti sedang di rumah sendiri. Saddam bilang ‘thank you commander, you are my family’ sambil mengajak untuk berfoto,” tutur Joni.


Joni pun menyatakan, cara seperti inilah yang dilakukan Pasukan Garuda TNI UNIFIL untuk merayakan pesta kemenangan setelah satu bulan lamanya berpuasa. Selain harus bertugas pada misi perdamaian, Pasukan Garuda berperang melawan hawa nafsu. Di Lebanon, mereka harus berpuasa selama 16 jam setiap harinya.


“Walaupun kita jauh dari keluarga dan Tanah Air, kita bisa menciptakan suasana lebaran seperti di Indonesia. Kami bukan kontingen Indonesia pertama disini, MPU di sini sejak 2008. Mereka selalu semangat dalam setiap kegiatan terutama ibadah puasa Ramadan,” ucapnya.


“Tantangan di sini kita berpuasa 16 jam sehari. Dari jam 03.15 sampa 20.00. Itu membuat kita menjadi lebih sabar,” lanjut Joni.


Meski harus berjauhan dari keluarga selama satu tahun lamanya, termasuk di Hari Raya Idul Fitri, itu tak membuat pasukan perdamaian TNI patah arang. Joni menyebut teknologi informasi kini juga sangat membantu para prajurit berkomunikasi dengan keluarga.


“Jauh dan rindu keluarga adalah bagian dari perjalanan pengabdian. Teknologi Informasi saat ini memudahkan dan mendekatkan mereka dengan keluarga. Video call sangat membantu,” kata dia.


Satgas dari TNI merupakan pasukan perdamaian paling banyak yang ada di Lebanon. Total ada 1.296 prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Garuda UNIFIL. Kehadiran pasukan perdamaian TNI sangat dihargai oleh masyarakat setempat.


“Masyarakat Lebanon sangat menghargai dan menerima kehadiran pasukan TNI Indonesia. Selain keramahan, itu karena pasukan TNI suka membantu apapun yang mereka minta. Itu harus dijaga, tugas kita melanjutkan para pendahulu,” tutup Joni.


Sumber: detik.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here