Muannas Al-Aidid bersama dengan pengacaranya akan kembali melaporkan pegiat media sosial, Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik. Muannas menyebutkan jika Jonru kembali melakukan pemelintiran fakta secara tendensius untuk melakukan fitnah terhadap dirinya.

“Nama saya Muannas Al-Aidid kemudian dipelintir menjadi ‘si Aidit’. Kata-kata ini tendensius, karena seolah-olah dikonotasikan kepada tokoh partai terlarang, DN Aidit,” ujar Muannas di Jakarta, Kamis, (13/9/2017) seperti yang diwartakan oleh Tempo.co

Sebelumnya, setelah dilaporkan ke pihak yang berwajib oleh Muannas pada 4 September 2017 yang lalu, Jonru mengunggah status di laman Facebook-nya yang berisi sebagaimana berikut ini.

“Contohnya adalah setelah saya dipolisikan oleh si AIDIT. Yang saya alami justru banyaknya dukungan dari orang-orang maupun lembaga yang dengan sukarela menyatakan siap membela saya.”

Tak berhenti di situ saja, Jonru dan beberapa akun media sosial pernah menyebarkan informasi sejenis. Salah satu akun yang menyebutkan hubungan Muannas dengan DN Aidit bernama @plator_id. Akun tersebut mengunggah status pada 5 September 2017 yang isinya sebagaimana berikut ini,

“Muannas al aidid anak kandung dn aidid pimpinan PKI | *infovalid.”

Muannas merasa jika unggahan status itu merupakan bentuk kekecewaan Jonru lantaran dipolisikan pada 31 Agustus 2017 dengan tuduhan ujaran kebencian. Ia juga merasa itu merupakan bentuk penghinaan dan fitnah terhadap keluarganya.


Sementara itu Ridwan Syaidi Tarigan selaku kuasa hukum dari Muannas menyebutkan akan melakukan tindak lanjut atas kasus tersebut. Ia menyebutkan bersama dengan kliennya sudah menyiapkan pelaporan tambahan kepada pihak kepolisian soal fitnah dan pemelintiran fakta, terutama yang dilakukan oleh Jonru.

Untuk mengingatkan, sebelumnya Muannas melakukan pelaporan ke pihak polisi lantaran menilai jika Jonru kerap mengunggah konten tulisan yang mengandung fitnah, dan itu beredar dari 2014-2017. Mengingat pengikutnya banyak, unggahan itu meresahkan.

“Pernah akun Jonru mengunggah begini ‘kita merdeka dari jajahan Belanda tahun 1945 tapi 2017 belum merdeka dari jajahan Cina‘, nah ini kan bukan kritik, tapi ujaran kebencian,” jelas Muannas di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/9/2017) seperti yang dilansir dari Republika.co.id

Ujaran itu dinilai sebagai ujaran kebencian karena mendorong etnis membenturkan agama dan etnis tertentu.

“Akan ada pelaporan tambahan, ia (Jonru) telah memfitnah klien kami,” papar Ridwan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here