Video Duel Rossi vs Zarco Terulang Lagi di Assen

Siapa yang menjadi pengganti Valentino Rossi di Movistar Yamaha? Melihat usia sang pebalap Italia yang mendekati angka 40 tahun, tentunya Yamaha sudah membidik suksesornya. Ditegaskan oleh Jonas Folger, pebalap tim satelit Yamaha, Tech 3, posisi Rossi di kemudian hari akan menjadi rebutan antara dirinya dengan Johann Zarco.

Tidak ada yang sama setelah Valentino Rossi hengkang dari MotoGP. Sang juara dunia sembilan kali sudah bertarung sekian lama di ajang ini; bahkan menjadi legenda jauh hari sebelum pensiun. Namun, dengan usia yang semakin menua, Rossi kemungkinan hanya akan bertahan sampai MotoGP 2018. Setelah itu, Movistar Yamaha harus mencari penggantinya; yang akan berdiri sejajar dengan Maverick Vinales.

Jelas Yamaha sudah memikirkan hal itu. Terutama dengan posisi Johann Zarco dan Jonas Folger saat ini. Kedua pebalap tersebut tampil untuk Yamaha Tech 3, tim satelit Yamaha, dan sama-sama menjalani debut luar biasa musim ini. Zarco berhasil meraih podium kala GP Le Mans di kandangnya, sementara Folger berbuat serupa di kandangnya pula, GP Sachsenring.

Jika hanya melihat posisi di klasemen sementara MotoGP 2017, Johann Zarco yang lebih unggul. Pasalnya dia kini menempati posisi keenam. Zarco hanya kalah dari deretan pebalap elite: Marc Marquez (Repsol Honda), Andrea Dovizioso (Ducati), Maverick Vinales, Valentino Rossi (Movistar Yamaha), dan Dani Pedrosa (Repsol Honda).

Siapa Pengganti Valentino Rossi di Yamaha Antara Zarco Atau Folger!

Sementara itu, Jonas Folger dua tingkat di bawah Zarco. Tetapi, semuanya masih bisa terjadi karena tersedia tujuh balapan lagi. Dan menurut Folger, keadaan ini seperti audisi saja untuk menentukan siapa yang berhak menempati posisi Valentino Rossi di Movistar Yamaha pada kemudian hari.

Kata Folger dikutip dari detiksport, “Saya pikir persaingan (untuk menggantikan tempat yang ditinggalkan Valentino Rossi, akan terjadi) di antara kami. Dia (Zarco) sudah  dua kali juara dunia. Tapi pada akhirnya saya tahu bisa berbuat seperti yang dilakukannya.”

“Dia (Zarco) adalah rekan setim yang sangat baik; dan sosok pria yang sangat baik. Saya benar-benar menyukai dia. Tapi (ketika tiba di kompetisi) dia ingin mengalahkan saya; demikiahn pula sebaliknya. Jadi kami bertarung untuk hal yang sama.”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here