Seorang penembak jitu militer Kanada memecahkan rekor dunia untuk urusan tembakan mematikan paling jauh dalam sejarah.


Seorang anggota pasukan elite Kanada, Joint Task Force 2 yang tak disebutkan namanya, menembak mati seorang anggota ISIS dari jarak 3.450 meter dengan menggunakan senapan McMillan Tac-50 di Irak.


Tembakan tentara Kanada ini melampaui rekor dunia sebelumnya yang dibuat Craig Harrison, sniper Inggris, dengan selisih hampir 1.000 meter, yaitu 2.475 meter dengan menggunakan senapan Accuracy International L115A3 di Afghanistan.


Setelah ditembakkan dari jarak hampir 3,5 kilometer itu, peluru memerlukan waktu 10 detik untuk menghantam sasarannya yang berada di tempat yang lebih rendah.


Dalam jarak sejauh itu, seorang sniper harus mempertimbangkan kekuatan angin, bentuk permukaan Bumi, dan faktor lainnya sebelum menembak sasarannya.


“Ketimbang menjatuhkan bom yang berpotensi menewaskan warga sipil, penggunaan sniper merupakan sebuah aplikasi tepat. Karena ditembak dari jarak jauh, sasaran sama sekali tak tahu apa yang terjadi,” ujar seorang sumber militer.


Tembakan tepat sasaran ini diverifikasi oleh sebuah kamera video dan seorang sumber militer yakin jarak yang disebut itu bukan sekadar sebuah estimasi.


“Ada data soal hal ini dan bukan sekadar sebuah opini. Jarak itu bukan sekadar kira-kira. Ada mata dengan peralatan yang tepat di lokasi kedua untuk memastikan tembakan itu,” tambah sumber itu.


McMillan Tac-50 adalah senapan sniper anti material dan anti personil buatan perusahaan AS McMillan Firearms Manufacturing. Senapan tersebut menggunakan peluru berkaliber .50 BMG (12,7 x 99 mm). Selain digunakan oleh JTF2 Kanada, Tac-50 juga digunakan oleh Komando AL Perancis, pasukan khusus Israel, AD Filipina, dan US Navy SEALs.


Sumber: internasional.kompas.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here