Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI memberikan reaksi yang keras atas ide Presiden Jokowi yang akan menggunakan dana haji untuk investasi di sektor infrastruktur.

Fahri yang juga merupakan Ketua Tim Pengawas Penyelenggara Ibadah Haji (Timwas Haji) DPR menyebutkan uang haji yang selama ini terpencar-pencar tidak karuan akan segera dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Tapi, mantan politisi Partai PKS tersebut mewanti-wanti jangan sembarangan untuk menggunakan dana umat itu.

“Sekarang uangnya sekitar 80 hingga 90 triliun. Untuk apa dipakai? Jangan mentang-mentang ini uang ngumpul, ini uang kita pakai yuk untuk keperluan kita. Negara kan lagi membangun infrastruktur, salah,” tegas Fahri di DPR, Jumat (28/7/2017) seperti yang diwartakan oleh JPNN.com

Fahri mengingatkan jika niat orang menaruh uang tersebut di bank adalah bertujuan untuk bisa menunaikan haji. Sehingga mereka para pemilik dana harus mendapatkan pelayanan yang lebih baik untuk penyelenggaraan ibadah Haji. Namun saat ditanya bagaimana implikasinya bila pemerintah tetap ngotot menggunakan uang tersebut untuk membangun infrastruktur, begini jawaban singkat Fahri Hamzah,

“Dilaknat oleh Allah!” tutup dia.

Selain Fahri, wacana yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo itu juga sempat dikritik oleh Abdul Malik Haramain yang merupakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR. Ia mengingatkan jika terkait dana haji ini sudah diatur penggunaanya dalam Undang-Undang Nomor 34/2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.

 

Di dalam pasal 3 jelas dinyatakan jika penggunaan dana haji itu digunakan untuk meningkatkan kualitas haji, termasuk kualitas penyelenggaran haji, rasionalitas efisiensi penggunaan biaya, dan memberikan manfaat untuk kebaikan umat.

Sementara untuk kebaikan umat di sini konteksnya adalah kegiatan penyelenggaran haji, pendidikan dakwah, ekonomi umat serta pembangunan berbagai saranan dan prasarana ibadah.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here