Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, mengatakan seharusnya pihak kepolisian menindak secara tegas penyebar berita bohong (hoax) yang selama ini selalu meresahkan para pembacanya.


“Orang itu tidak bermoral. Kalau dia punya agama oke, tapi tak punya moral. Oleh karena itu saya harapkan agar bisa ditindak dengan tegas,” kata Presiden ke 5 Indonesia itu yang dikutip dari antranews.com pada Sabtu (26/8/ 2017).

Hal ini pun disampaikan Megawati pada pelantikan DPD Banteng Muda Indonesia (BMI) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Acara yang dihadiri kurang lebih 3.000 BMI itu Megawati menghimbau pemnyebar informasi bohong itu perbuatan yang tidak terpuji dan hanya dilakukan oleh orang-orang pengecut.

“Kalau dia (penyebar berita hoax) itu jantan, seharusnya tunjukkan dirinya, dan jangan jadi pengecut,” tuturnya.

Baca Juga:  Cerita JK Saat Mengejar Cinta Mufidah

Ketua partai Banteng merah ini pun mencontohkan berita hoax ketika wakil Presiden Jusuf Kalla disebut menderita sakit jantung sehingga dilarikan ke Rumah Sakit, padahal dalam keadaan sehat-sehat saja.

“Orang dalam keadaan sehat-sehat saja masa dibuat berita kalau dalam keadaan sakit. Kan itu namanya pembohongan,” tuturnya.

Megawati menambahkan, bahwa ia menilai keberadaan berita bohong di negeri ini semakin merajalela. Berita bohong lanjutnya justru dapat menimbulkan konflik yang semula aman dan damai.

Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa yang berbudaya. Jangan berbuat sesuatu yang tidak diajarkan oleh bangsa ini untuk saling menghormati. Menghormati yang lebih tua dari kita.

“Hormati ketuamu, hormati tetuamu. Itukan yang diajarkan dari dulu kepada kita,” ucap Megawati dengan tegas.

Sebelumnya, Tiga pentolan dari grup Saracen ditangkap polisi. Grup yang menebarkan ujaran kebencian melalui internet tersebut diketahui memiliki anggota lainnya.

Kasubdit 1 Dit Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar mengatakan anggota penebar kebencian bernuansa suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) tersebut bisa ditindak bila ditemukan bukti-bukti.

“Ada banyak (anggotanya). (Penindakan) tergantung, ada tidak buktinya. Kalau tidak ada, kita tidak bisa tindak orang,” kata Irwan kepada detikcom, Jumat (25/8/2017) malam yang dikutip dari detik.com.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here