Pertemuan antara dua mantan presiden RI, yakni Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sempat menjadi sorotan.

Pasalnya, kedua tokoh ini dikenal saling silang pendapat soal politik di Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) lah yang akhirnya berhasil mempertemukan mereka.

Presiden Jokowi sebelumnya memang mengundang Megawati dan SBY ke Istana Presiden dalam Upacara 17 Agustus 2017 lalu. Kesempatan tersebut juga menjadi momen langka pertemuan para mantan presiden RI.

Hampir dua pekan berlalu setelah pertemuan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengakui bahwa partainya ingin ada pertemuan lanjutan antara Ketua Umum Partai Demokrat, SBY, dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati.

Baca juga: Inikah Deretan Klien Saracen yang Pesan Isu SARA?

Syarief juga menegaskan bahwa keinginan tersebut selalu ada. “Tergantung nanti urgensinya. Kami harapkan pertemuan itu bisa terjadi lagi,” tutur Syarief di Gedung DPR, Jakarta, Senin (28/8/2017), dilansir viva.co.id.

Syarief melanjutkan, pertemuan natara Megawati dan SBY dinilai sangat baik untuk bangsa. Sebab, pertemuan tersebut merupakan pertemuan para tokoh bangsa. Bukan cuma SBY dan Mengawati, Sayrief juga berharap para tokoh yang pernah memimpin Indonesia dapat sering bertemu.

“Pertemuan tokoh-tokoh seperti Bu Mega, SBY, itu kan kalau sering ketemu, Pak Habibie, Pak Jokowi, kan bagus buat bangsa ini. Ya pertemuan di mana saja. Esensinya kan bertemu, tempat tak menjadi masalah,” katanya.

Hubungan antara Megawati dan SBY memang kerap disoroti. Terlebih lagi, mantan Presiden ke-5 dan ke-6 ini hampir tak pernah bertegur sapa sejak 2004 lalu.

Namun, Jokowi berhasil mempertemukan keduanya dalam peringatan ulang tahun ke-72 RI di Istana Merdeka. Bahkan, hampir seluruh mantan presiden dan wakil presiden juga turut menghadirinya. Foto-foto kebersamaan mereka pun menjadi viral di sosial media.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here