Setelah menyatakan ada institusi negara yang akan membeli 5.000 senjata ilegal, baru-baru ini Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sempat menjadi topik perbincangan hangat khalayak ramai. Beberapa saat berselang, pernyataan Jenderal Gatot itu pun telah diluruskan Menkopolhukam Wiranto dan Menhan Ryamizard Ryacudu.

Meski demikian, Gatot menuturkan bahwa Menkopolhukam dan Menhan bukanlah atasannya. Ia beranggapan, atasan Panglima TNI adalah Presiden. Demikian sebagaimana diwartakan kembali dari laporan Kumparan.com, Kamis (28/9/2017).

“Yang kemarin saya sampaikan hanya akan belum terjadi kan maka semuanya informasi hanya boleh saya sampaikan kepada atasan saya Presiden. Menkopolhukam pun tidak Menhan pun tidak,” urai Gatot usai mengisi acara di Fraksi PKS, DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Ditegaskan oleh Gatot, segala informasi yang didapatkannya hanya akan dilaporkan kepada Presiden Jokowi yang merupakan atasannya. Namun, bisa juga dia menyampaikan juga kepada anggota DPR sebagai mitra kerja.

“Ya kan saya bilang itu laporan saya kepada beliau. Ya saya enggak boleh melaporkan sama atasan saya. Kalau ditanya DPR nah beda. Dipanggil DPR, saya sampaikan saya tidak salah, begitu,” tandasnya.

Sementara itu, jika merujuk pada Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 Tentang TNI, institusi TNI secara kedudukan berada di bawah Presiden, di bawah koordinasi langsung dari Menteri Pertahanan.

Pada Pasal 3 UU 34 Tahun 2004, diuraikan bahwa untuk pengerahan dan penggunaan kekuatan militer, Panglima TNI berkoordinasi langsung dengan Presiden. Sementara untuk kebijakan strategi pertahanan dan dukungan administrasi, Panglima TNI ada di bawah koordinasi Menhan.


Berikut bunyi Pasal 3 UU 34 Tahun 2004 Tentang TNI:

(1)  Dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan militer, TNI berkedudukan di bawah Presiden.

(2)  Dalam kebijakan dan strategi pertahanan serta dukungan administrasi, TNI di bawah koordinasi Departemen Pertahanan. ?

Sebelumnya, usai menghadiri diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo langsung meluncur ke Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Gatot langsung menghadap Presiden Joko Widodo. Tiba sekitar pukul 15.15 WIB, ia masuk ke Istana Merdeka lewat pintu samping istana. Tak berselang berapa lama, Menkopolhukam Wiranto juga tiba di Istana Merdeka.

Saat tiba tak sepatah kata pun keluar dari kedua petinggi negara itu. Santer terdengar bahwa keduanya menghadap Presiden Joko Widodo terkait polemik 5.000 pucuk senjata ilegal yang dilontarkan Gatot Nurmantyo. Sebelumnya memang Jokowi sudah berbicara di Balai Sidang, Jakarta Convention Center, bahwa Gatot telah menemuinya semalam di Lanud Halim Perdanakusuma.

“Ya tadi malam setelah dari Bali, sudah bertemu dengan saya di Halim. Sudah dijelaskan,” kata Jokowi di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017) kemarin.

Jokowi menguraikan, Gatot sudah memberikan penjelasan terkait miskomunikasi pembelian “5.000 senjata ilegal”. Menurut Presiden, Menkopolhukam Wiranto sudah meluruskan polemik ini.

“Saya kira penjelasan dari Menkopolhukam sudah jelas. Kira-kira itu. Saya kira tidak usah saya ulang lagi,” pungkas Jokowi.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here