meditasi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang termasuk susah dikenali pasti penyebabnya. Antara satu orang dengan lainnya memiliki pemicu yang beragam. Beberapa hal yang dapat memunculkannya adalah kolesterol tinggi, stres, depresi, merokok, aktivitas kurang gerak, efek samping penyakit lain, makanan kaya garam, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, setiap orang sebaiknya secara rutin mengontrol tekanan darahnya menggunakan alat tensimeter. Jika ketahuan sejak dini maka mengendalikannya pun menjadi agak mudah dan tidak sampai kebablasan efek sampingnya. Selain dengan obat dan pengaturan pola makan, melawan hipertensi dapat pula dilakukan melalui teknik pernapasan.

Teknik pernapasan untuk hipertensi ini dikemukakan para peneliti di Universitas MMelbourne dan Universitas Macquarie. Ditemukan ada aktivitas yang tidak umum pada neuron yang mengontrol pernapasan dengan tekanan darah, pada waktu terjadi hipertensi esensial.

Dikutip dari laman Okezone, hipertensi esensial merupakan naiknya tekanan darah yang tidak diketahui pemicunya. Hipertensi jenis ini dialami sekitar 30 persen populasi global. Seringkali hipertensi esensial ikut ambil bagian terhadap kemunculan penyakit kardiovaskular. Menurut Prof Andrew Allen, studi ini sejalan dengan yang diyakini para olahragawan dan filosofi timur yang menerangkan ada kaitan pernapasan dan denyut jantung.

“Biathletes harus mengatur pernapasan mereka untuk memperlambat detak jantung mereka sebelum penembakan senapan dan praktik meditasi timur seperti yoga dan pranayama selalu menekankan interaksi antara keduanya,” kata Andrew.

Secara fungsional hubungan antara tekanan darah dan pernapasan terjadi melalui sistem saraf simpatik. Pada saat bernapas terjadi pegiriman sinyal saraf ke jantung dan pembuluh darah. Terjadinya aktivitas pada saraf memicu naiknya fluktuasi tekanan darah seiring dengan setiap kali proses bernapas. Reaksi ini teramati pada anak muda dan orang dewasa sehat yang punya risiko hipertensi saat usia paruh baya.

Orang yang memiliki hipertensi esensial umumnya memiliki tubuh yang sehat. Agar tekanan darahnya stabil, mereka diminta menjaganya melalui pengaturan pola makan seimbang dan gaya hidup. Terapi pernapasan ini dapat melengkapi pengendalian tekanan darah sehingga tetap normal.

“Dengan memahami apa prediktor hipertensi yang mudah untuk menilai, kita mungkin lebih baik ditempatkan untuk menawarkan perawatan teknik ini kepada pasien pra-hipertensi,” ujar Prof Allen.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here