Valentino Rossi 33 Poin di Bawah Marc Marquez, Saya Tak Urus Soal Juara! 2

Valentino Rossi sadar dengan posisinya saat ini di klasemen MotoGP 2017. Ada perbedaan jarak 33 poin antara The Doctor dengan sang pemuncak Marc Marquez. Menurut Rossi, daripada memikirkan cara mengejar defisit, timnya harus fokus untuk mengangkat performa Yamaha, yang di putaran kedua terus saja bermasalah.

Ketika Maverick Vinales meraih dua kemenangan dalam dua seri pertama MotoGP 2017, banyak yang memperkirakan, ini adalah tahunnya Yamaha. Tetapi siapa yang menyangka, sembilan balapan sejak kejadian itu, Movistar Yamaha hanya menambah dua kemenangan. Itupun dibagi rata antara Valentino Rossi dan Vinales.

Di klasemen, kini ada perbedaan mencolok. Pesaing utama Marc Marquez (Repsol Honda) bukanlah Vinales atau Rossi, tetapi Andrea Dovizoso (Ducati). Jika Rossi kalah 33 angka dari Marquez, maka Vinales berbeda 24 poin dari seniornya sesama pebalap Spanyol itu. Artinya, duo Yamaha sama-sama dikangkangi Marquez.

Terakhir di GP Austria, Valentino Rossi hanya finish di urutan ketujuh. Ia kalah satu tingkat dari Vinales; dan yang lebih menyesakkan, kalah dua tingkat dari Johann Zarco, pebalap tim satelit Yamaha, Tech 3, yang finis di urutan kelima.

Valentino Rossi 33 Poin di Bawah Marc Marquez,

Terkait hasil buruk ini, Valentino Rossi menuturkan kepada Motorsport.com, “Bukan langkah yang terlalu pintar jika sekarang Anda berpikir memenangi kejuaraan; terutama saat Anda hanya finish di urutan ketujuh (di GP Austria). Langkah pertama, Anda harus berusaha bersikap kompetitif.”

“(Johann) Zarco senang karena dia mengalahkan saya dan Maverick, tapi jika saya finis di posisi kelima saya tetap tidak bahagia (karena motor tidak kompetitif menghadapi Marc Marquez yang meraih 25 poin).”

Menurut Rossi, pendekatan Yamaha tidak boleh berubah. Yang harus dipikirkan adalah, bagaimana cara bertarung yang tepat dengan dua tim teratas, Honda dan Ducati. Cara itulah yang mesti dilakukan, mengingat kejuaraan tersisa tujuh balapan lagi.”

“Saya menjalani setengah balapan (bertarung) dengan Honda dan Ducati dan separuh terakhir, berperang melawan dua pebalap satelit Yamaha.  Lebih dari sekadar memikirkan mengalahkan Zarco, kami harus memikirkan untuk melawan Honda dan Ducati.”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here